Perkara bahasyim

Jaksa Diindikasi Melanggar

Kompas.com - 22/01/2011, 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Kejaksaan Agung mengindikasikan ada pelanggaran yang dilakukan jaksa penuntut umum, yang menangani perkara korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa mantan pejabat pajak, Bahasyim Assifie. Selain dinilai tidak profesional membuat surat tuntutan, Kejagung juga menemukan bukti adanya komunikasi antara jaksa dan pihak Bahasyim.

”Ada pengakuan dari seorang jaksa penuntut umum bahwa yang bersangkutan dihubungi keluarga terdakwa. Kami sedang memeriksa apakah indikasi negatif ini ada hubungannya dengan penundaan pembacaan tuntutan,” tutur Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendi, Jumat (21/1) di Jakarta. Ia tak menjelaskan jaksa penuntut umum yang dimaksudnya itu.

Menurut Marwan, jaksa tidak diperkenankan berhubungan dengan terdakwa ketika menangani perkara.

Bagian pengawasan Kejaksaan Agung sedang menyelidiki penyebab tertundanya pembacaan tuntutan Bahasyim sampai tiga kali sehingga membuat majelis hakim pemimpin sidang kasus itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berang dan meminta pimpinan Kejagung turun tangan. Marwan mengatakan tak diperbolehkan bagi jaksa menunda pembacaan tuntutan hingga tiga kali.

Sejauh ini, kata Marwan, Kejagung telah menjatuhkan sanksi pelanggaran disiplin kepada jaksa yang diduga terlibat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan, Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap lima jaksa, yakni Yosep Nur Eddy (Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta) serta jaksa penuntut umum pada Kejati DKI Jakarta Fachrizal, Sutikno, Fery Mufahir, dan Henny Harjaningsih.

Marwan juga mengatakan, ada seorang dari jaksa penuntut umum yang diperiksa karena tidak pernah berkoordinasi dengan anggota tim jaksa yang lain dan tidak juga melaporkan hasil persidangan ke pimpinannya.

Terkait komunikasi dengan terdakwa, Marwan mengatakan, masih menyelidiki apakah komunikasi itu mengandung motif pidana atau tidak. (FAJ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau