Cedera Otot, Venus Mundur

Kompas.com - 22/01/2011, 03:43 WIB

MELBOURNE, JUMAT - Petenis Rusia Maria Sharapova urung berjumpa Venus Williams pada putaran keempat Australia Terbuka. Pasalnya, Venus mundur dari turnamen, Jumat (21/1), sewaktu melawan petenis Jerman, Andrea Petkovic, menyusul cederanya otot psoas di kunci paha petenis AS ini.

Ini pertama kalinya Venus mundur dari 251 turnamen grand slam yang ia ikuti selama ini. Venus memegang servis dan lantas di-break oleh Petkovic. Saat kalah 0-1 itulah Venus berteriak kesakitan. Ia lantas duduk di kursi, memandang pelatihnya, dan meminta mundur.

Pada putaran keempat, Petkovic akan menantang Shara- pova, yang menekuk petenis Jerman, Julia Goerges, 4-6, 6-4, 6-4. Sharapova, juara Australia Terbuka 2008, tampil bersemangat sepanjang pertandingan. Ia tidak merasa lelah. ”Kalau kehilangan poin, itu bukan berarti tidak bisa meraihnya,” kata Sharapova.

Petkovic tidak menyangka Venus akhirnya menyerah. ”Saya tahu ia cedera, tetapi sebelumnya ia bisa menang. Jadi, saya kira ia akan menyelesaikannya juga kali ini,” ujar Petkovic.

Venus mengaku sangat kecewa. Ia menandaskan sama sekali tidak ada niat untuk mundur dari tenis meski kali ini harus mundur. Petenis berusia 30 tahun ini tidak tahu pasti kapan bisa kembali ke lapangan, tetapi itu segera dilakukan setelah ia pulih.

”Saya tidak bisa bermain dan tidak bisa bergerak. Rasanya sakit sekali,” kata Venus. Cedera ini terjadi pada laga sebelumnya melawan petenis Ceko, Sandra Zahlavova, Rabu. Penyandang tujuh gelar grand slam ini memang kurang fit mengawali Australia Terbuka. Ia belum bertanding lagi sejak AS Terbuka tahun lalu untuk memulihkan tendon di lutut kanannya.

”Jika saya kembali lagi nanti, itu berarti sudah 100 persen fit. Saya tidak akan bertanding sampai mencapainya. Namun, saya merasa baik-baik saja meski cedera. Maksudnya, saya sudah dekat untuk menang di AS Terbuka. Kini, kalian tahu saya meringis sakit. Jadi, saya akan fokus dahulu pada kesehatan. Saya pasti kembali karena mencintai tenis,” kata Venus.

Venus Williams mengaku, ketika akan melawan Petkovic, ia mengharapkan terjadinya mukjizat.

”Sulit untuk kembali ke lapangan saat tidak tahu saya akan bermain seperti apa. Sangat berat. Saya berpikir, bisakah bermain lima laga lagi. Ternyata hanya satu laga. Bisakah satu lagi, ternyata saya tidak bisa,” tuturnya.

Venus menyusul Justine Henin, finalis Australia Terbuka 2010, yang lebih dahulu hengkang dari Melbourne. Henin dikalahkan oleh peraih dua kali gelar grand slam asal Rusia, Svetlana Kuznetsova, 6-4, 7-6 (8).

Bertemu Roddick

Di bagian putra, petenis Swiss, Stanislas Wawrinka, mampu mengatasi petenis Perancis, Gael Monfils, 7-6, 6-2, 6-3. Monfils banyak melakukan kesalahan sendiri. Pukulan-pukulan taktisnya juga dibendung Wawrinka dengan baik dan mengembalikan dengan winner.

Wawrinka pada putaran keempat akan menghadapi petenis AS, Andy Roddick, yang sebelumnya menekuk petenis Belanda, Robin Haase, 2-6, 7-6, 6-2, 6-2. Saat ditanya perasaannya untuk melawan Roddick, Wawrinka tertawa. ”Ya, itu pasti berat, tetapi saya akan mengembangkan permainan saya nanti,” ujarnya seusai laga.

Di laga lain, juara bertahan Roger Federer, yang mencari gelar grand slam ke-17, membekuk dengan mudah Xavier Malisse, 6-3, 6-3, 6-1. Pada putaran selanjutnya, Federer akan bertemu petenis Spanyol, Tommy Robredo. ”Saya baik-baik saja hari ini dan saya gembira bisa melalui semuanya ini,” ujarnya.

Bagi Federer, tidak mudah untuk kembali ke performa puncak setelah dipaksa bermain lima set oleh Gilles Simon pada putaran kedua. ”Namun, saya bisa mengatasi hal itu. Saya yakin, saat ada sehari istirahat, nanti kondisi lebih baik,” ujarnya.(REUTERS/AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau