Eksplorasi Budaya Indonesia untuk Tren 2011

Kompas.com - 22/01/2011, 15:03 WIB

Surabaya, Kompas - Batik tiada habisnya dieksplorasi menjadi beragam karya busana. Dalam Fashion Tendance Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur 2011, Jumat (21/1) petang di Surabaya, batik kembali menjadi primadona.
 
Sepuluh perancang asal Jawa Timur yang ambil bagian dalam Fashion Tendance APPMI Jatim 2011 bertema utama Surf-Vival ini adalah Denny Joewardi, Sonny Radji, Djoko Sasongko, Ayok Dwipancara, Yuyuk Nurmaisyah, Lilik Suhariyati, Lia Afif, Elok Renapio, Yunita Kosasih, dan Melia Wijaya. Untuk 2011, kata Denny, para perancang mengeksplorasi alam, kembali ke asal, dan mengolah budaya yang sudah ada di Indonesia.
 
Dalam peragaan itu, Sonny Radji mengolah potongan-potongan batik lawas menjadi gaun malam. Dipadu dengan kain polos dan detail taburan payet, permata, mutiara, dan aplikasi renda, gaun tampil beda. Menurut Sonny, untuk setiap gaun setidaknya diperlukan 100 potongan kain batik dari beragam motif.
 
Batik juga dimanfaatkan Yunita Kosasih dalam karyanya. Bahan batik bekas pakai dolah menjadi gulungan dan disusun beruntai dalam busana yang memadukan budaya Indonesia, Afrika, dan Korea.
 
Djoko Sasongko dan Ayok Dwipancara membuat rok dari batik madura untuk melengkapi kebayanya yang elegan.
 
Yuyuk Nurmaisyah dan Lilik Suhariyati yang mengkhususkan pada busana muslim juga mengeksplorasi kekuatan batik tulis.
 
Lia Afif lebih mengeksplorasi bentuk, lipit, kerut, dan gelombang pada busana muslimnya. Seperti Denny Djoewardi yang memanfaatkan gelombang, alur, dan pilinan kain untuk gaun malamnya yang sangat feminin. Adapun Melia Wijaya memilih kain etnik dengan motif hewan pada karyanya kali ini. (INA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau