Jakarta, Kompas -
”Sebetulnya saya ingin naik jenjang ke GP2 tahun ini, tetapi dana belum mencukupi. Dana dari sponsor baru terkumpul setengah dari yang diperlukan untuk turun ke GP2,” ujar Rio Haryanto, Sabtu (22/1) di sela-sela syukuran ulang tahun Rio ke-18.
Pebalap yang menempatkan dirinya di peringkat kelima klasemen GP3 2010 ini mengungkapkan, untuk turun di seri balapan GP2, setidaknya dana yang dibutuhkan mencapai 3 juta euro (Rp 37 miliar). Padahal, berlaga di GP3 hanya perlu dana 1 juta euro (Rp 12,3 miliar).
Situasi ini membuat Rio semakin terlecut untuk maju. Pebalap kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu menetapkan target juara atau minimal tiga besar melihat pengalaman yang ia miliki. ”Setidaknya saya sudah mengenal sirkuit yang akan dipakai balapan pada musim tahun ini,” ujar Rio.
Meski begitu, ia juga mengantisipasi pebalap-pebalap baru berpotensi yang bergabung di seri GP3 tahun ini dan berpeluang menjadi pesaing beratnya. Ada delapan pebalap yang ia prediksi bakal menjadi pesaing beratnya, di antaranya juara F3 Eropa,
”Melihat pengalaman 2010, saya kira pada musim 2011 ini saya mesti mematangkan sesi kualifikasi. Sesi kualifikasi sangat menentukan posisi awal saya di balapan,” ujar Rio.
Ayah Rio, Sinyo Haryanto, mengungkapkan, untuk musim balapan GP3 Seri 2011, Rio bakal tetap turun bersama tim Manor Racing. Tim yang sama menjadi tim tempat Rio bergabung dan membalap tahun 2010.
Manajer Rio, Piers Hunnisett, mengatakan, sebagai upaya mematangkan teknik dan kemampuan Rio, di antara sembilan seri balapan GP3 tahun ini, Rio juga bakal turun di beberapa seri Auto GP. ”Rio akan turun di empat seri Auto GP. Itu akan menambah skill Rio sebelum melangkah ke GP2,” ujar Hunnisett.
Menurut Rio, jika perjalanan balapan GP3 2011 lancar, ia bisa melanjutkan jenjang balapan ke GP2 pada 2012 dan meraih lima besar atau tiga besar.