Honda Jazz Dicuri, Lucia Memar Dihajar

Kompas.com - 23/01/2011, 11:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian mobil dengan kekerasan kembali terjadi. Lucia Indrayani (23) harus kehilangan Honda Jazz bernomor polisi B 1535 UFG dan memar di sekujur tubuh usai dipepet tiga pelaku sambil ditodong senjata api.

"Memang benar ada kejadian curas R4 (kendaraan roda empat) Jumat malam yang dilaporkan esok paginya. Polisi masih mengejar tiga pelaku," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Dodi Rahmawan, Minggu (23/1/2011) di Jakarta.

Pada Jumat (21/1/2011) malam, Lucia mengemudikan sedan berwarna silver stone sendirian. Ketika melintas di Jalan Pemuda arah Arion ke Pramuka dekat kampus Universitas Negeri Jakarta, warga Kelapa Gading Utara Timur (Jakarta Utara) ini dipaksa menepi oleh sebuah mobil Suzuki APV yang nomor polisinya tidak terlihat.

Kepada polisi, Lucia menerangkan, salah seorang pelaku menganiaya dengan pukulan sehingga luka memar pada bibir, telinga, lidah, tangan kanan dan tangan kiri. Kemudian, ada pelaku yang menodongkan pistol ke arah korban.

Para pelaku memaksa Lucia keluar dari mobil keluaran tahun 2009 itu dan membawa lari ke arah Pramuka. Selain mobil, korban pun kehilangan 2 Blackberry, kartu ATM BCA, dan jam tangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau