Jalur sepeda

Andai Jakarta Seperti Buenos Aires

Kompas.com - 24/01/2011, 11:58 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Baru tahun lalu pemerintah kota Buenos Aires membangun jalur khusus sepeda di kota itu, tetapi, Kepala Pemerintahan Kota, Mauricio Makri, tampaknya tidak setengahsetengah dengan kampanye penggunaan sepeda untuk menekan tingkat polusi dan menyehatkan masyarakat.

Dia melengkapi jalur khusus itu dengan penyediaan sepeda yang bisa dipinjam gratis oleh warga masyarakat. Syaratnya mudah. Cukup menunjukkan KTP dan warga bisa membawa sepeda itu kemanapun mereka perlu.

KTP setempat mirip kartu pintar elektronik dan cukup di-slash sehingga identitas si peminjam terekam jelas. Saat sepeda dikembalikan, KTP itu di-slash kembali sebagai tanda peminjaman sudah berakhir. Kalau sepeda tidak dikembalikan, siap-siap saja didatangi petugas keamanan di rumah.

Delapan pos

Di sepanjang jalur sepeda yang membentuk loop mengelilingi pusat kota sepanjang sekitar 100 km itu terdapat delapan pos peminjaman sepeda yaitu Faculdad de Derecho, Retiro, Aduana, Plaza Roma, Puerto Madero, Faculdad de Ingenieria, Correo Central, dan Parque Lezama.

Pos itu berbentuk seperti halte dengan dinding tertutup dan di dalamnya dilengkapi rak penyimpanan sepeda. Satu pos seperti itu bisa menyimpan 30-an sepeda yang semuanya dicat kuning. Di pos itu juga tersedia toilet untuk umum.

Jalur sepeda itu juga dilengkapi peta di beberapa titik yang menunjukkan lokasi pos, subway, dan halte bus, rumah sakit, dan sejumlah tempat strategis. Jalur selebar 2-2,5 m dan dilengkapi separator tipis dibangun bersebelahan dengan trotoar jalan yaitu di bagian paling dalam.

Beberapa rambu juga terpasang di sepanjang jalur itu, misalnya rambu penanda sepeda dari dua arah, persimpangan, gundukan, dan batas kecepatan maksimum 30 km/jam. Dengan jalur yang lebar maka sepeda bisa berjalan dua arah berlawanan.

Di beberapa tempat jalur itu bergabung dengan jalan raya di bagian paling pinggir, dan ditandai dengan garis kuning putus-putus. Di persimpangan atau penyeberangan jalan, aspal penanda jalur sepeda itu dicat warna hijau. Kini pemerintah kota tengah membangun penambahan jalur khusus sepeda sepanjang 45 km, khususnya di lingkungan Universitas Buenos Aires.

Kurangi polusi

Kepala Penerangan dan Sosial Budaya KBRI di Argentina, Yanuar Nasrun, mengatakan, tingkat polusi udara di Buenos Aires cukup tinggi. Karena itu, pemerintah kota serius mengajak warga untuk menekannya dengan langkah-langkah konkret, salah satunya ya dengan bersepeda.

Setiap minggu juga diberlakukan kawasan bebas kendaraan bermotor sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berolahraga, persis seperti di Jakarta. "Dengan dukungan besar dari pemerintah, kehidupan berolahraga disini sangat berkembang," ujar Yanuar.

Sejauh pengamatan, animo warga untuk bersepeda di Buenos Aires masih sama seperti Jakarta. Tidak sulit bertemu orang bersepeda wira-wiri di kota seluas 203 km persegi itu. Tetapi tidak terlalu banvak juga pesepeda yang terlihat di jaianan atau di jalur khusus sepeda itu. Di musim panas seperti sekarang. cuaca cerah dan matahari yang bersinar terik mungkin membuat orang segan bersepeda kecuali memang yang ingin mencari keringat.

Jalur sepeda dan jalan-jalan yang ada di Buenos Aires sebenarnya sangat nyaman unutuk bersepeda karena terlindungi naungan pohon-pohon besar yang tumbuh terawat di pinggir jalan. Taman-taman yang besar dan terawat mudah dijumpai di sudutsudut kota berpenduduk tiga juta jiwa itu.

Dari segi kepadatan penduduk tentu saja tidak sepadan memperbandingkan Buenos Aires dengan Jakarta yang disesaki 12 juta jiwa. Tetapi untuk urusan persepedaan, Pemprov DKI tidak perlu malu-malu meniru apa yang dilakukan pemerintah kota Buenos Aires dengan membangun fasilitas nyaman bagi para pesepeda.

Jika tidak bisa memulai dengan jalur khusus sepeda, mengapa tidak membangun rambu dan peta jalur bersepeda. Rambu seperti petunjuk jalan pintas dan aturan mengenai keselamatan bagi pengguna sepeda sangat mungkin dibangun di Jakarta untuk mengantisipasi bertambahnya animo masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari. Jadi, Bang Foke tidak perlu pusing-pusing mencari lahan untuk membangun jalur khusus. Cukup buat rambu sepeda dulu saja. (Max Agung Pribadi, dari Buenos Aires, Argentina)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau