Hyundai Bangun Pabrik Mesin di India

Kompas.com - 24/01/2011, 13:56 WIB

CHENNAI, KOMPAS.com - Hyundai WIA - anak perusahaan Hyundai Motors Company - bangun pabrik mesin diesel untuk mendukung kegiatan produksi mobil di Tamil Nadu, sebelah utara India. Kucuran dana yang disiapkan 10 juta dollar AS atau Rp90,6 miliar guna mengejar kapasitas produksi 600.000 unit per tahun.

Presiden sekaligus CEO Hyundai WIA HS Lheem mengatakan, ada dua pabrik baru yang tengah disiapkan. Pertama di dekat Sriperumbudur di Tamil Nadu yang menghabiskan 4 juta dollar AS serta memiliki pusat pelatihan 100 tenaga kerja baru per tahun. Satunya lagi, menurut Lheem, belum ditentukan lokasinya, apa juga di Tamil Nadu atau Andhra Pradesh dengan dana investasi 6 juta dollar AS.

"Meski kami sudah memasarkan komponen  di India sejak empat tahun lalu, kegiatan manufaktur ini memperkuat posisi Kia di sini. India berkembang cepat dan menjadi ceruk besar industri otomotif dunia dan barik baru di Tamil Nadu membantu kami memenuhi kebutuhan domestik," ujar Lheem, seperti dilansir economictimes.com. Rajeev Ranjanhe, Sekertaris Jenderal Departemen Perindustrian India mengatakan, "Perusahaan (Hyundai) sudah menginformasikan ke pemerintah terkait rencana itu dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan segera ditandatangani. Pengajuan investasi resmi dilakukan 13 Januari 2011 lalu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau