Moro

Menlu Malaysia Kunjungi Filipina

Kompas.com - 24/01/2011, 16:09 WIB
MANILA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman pekan ini mengunjungi Manila, untuk membahas perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang difasilitasi Malaysia dalam pertemuan dengan timpalannya, Menlu Alberto G. Romulo.     Dalam pertemuan mereka, Anifah dilaporkan menekankan bahwa Malaysia tidak mendorong ekstremisme dan mengakui peran utama Filipina dalam dialog antaragama.     Dia menyampaikan apresiasi Putra Jaya terhadap penyelamatan dua warga negara Malaysia oleh Filipina, yang dikatakan telah diculik hampir setahun yang lalu di Kalimantan oleh bandit-bandit Malaysia saat melintasi lautan dan membawa mereka ke Mindanao.     Unsur-unsur dari Kepolisian Nasional Filipina diduga telah menyelamatkan dua warga Malaysia itu di Tawi-Tawi, Filipina selatan, pada Desember lalu.     Menurut Departemen Luar Negeri, Anifah bertemu dengan Romulo pada Jumat, 21 Januari, dan membahas dimulainya kembali perundingan perdamaian, yang dijadwalkan akan dimulai pada 9 Februari.     Deplu tidak memberikan rincian lain mengenai pembahasan kedua pejabat, termasuk kontroversi atas fasilitator individu Malaysia, Dato Othman bin Razak.     Setelah pembebasan mereka, para sandera Malaysia itu dibawa ke Manila tempat mereka diizinkan untuk berbicara dengan wartawan Filipina sebelum kembali  ke kampung halaman mereka.     Sementara itu mengenai penculik warga Malaysia Deplu mengatakan, para korban telah menjelaskan kepada wartawan bahwa penculik mereka berbicara dalam bahasa yang mereka tidak pahami.     Masalah Myanmar dan Laut China Selatan, tempat kedua negara saling mengklaim atas wilayah itu, dan pentingnya kedua negara bekerja sama dalam Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membina suara kolektif mengenai isu-isu regional dan internasional juga disorot dalam pertemuan bilateral mereka.     Kedua negara berharap untuk menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama ke-7 kedua negara pada kesempatan pertama, yang kali ini akan diselenggarakan oleh Filipina.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau