Papua

Pemilihan Anggota MRP Steril Politik

Kompas.com - 25/01/2011, 09:58 WIB

SENTANI, KOMPAS.com — Wakil Bupati Jayapura, Papua, Zadrak Wamebu, mengatakan, pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua harus streril dari politik.

"Pemilihan anggota MRP tidak diperbolehkan menggunakan intrik-intrik politik karena bukan untuk memperebutkan kursi, tetapi membahas budaya, nilai kultural masyarakat Papua," katanya kepada wartawan seusai menghadiri musyawarah pemilihan anggota MRP tahap pertama untuk wilayah Kabupaten Jayapura di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentani, kemarin.

Ia menegaskan, MRP bukan lembaga legislatif yang diusung partai politik, tetapi lembaga kultur yang memperjuangkan hak-hak dasar orang Papua, budaya, serta sejarah.

Ia mengatakan, tata cara kerja anggota MRP tidak sama pula dengan legislatif. Dalam bermusyawarah, anggota MRP diatur oleh ketentuan yang ditetapkan sendiri, baik untuk kelompok adat maupun tokoh perempuan.

Wamebu mengemukakan, jika diposisikan, lembaga MRP adalah tempat membahas nilai-nilai budaya, sejarah, tata cara bermusayawarah di kampung, tata cara pengambilan keputusan, serta jati diri masyarakat Papua, untuk diangkat ke permukaan agar dapat diketahui oleh masyarakat luas.

Di samping itu, MRP berperan membantu legislatif dan eksekutif dalam mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat. Menyinggung banyaknya masyarakat yang ikut pada pemilihan anggota MRP periode 2011-2016 ini, ia dengan tegas mengatakan, ajang ini bukan politik sehingga masyarakat jangan digiring bahwa pemilihan anggota MRP sama dengan pemilihan anggota legislatif.

Sementara itu, ketua panitia pemilihan anggota MRP Ted J Mokay mengatakan, pemilihan anggota MRP tahap pertama untuk Kabupaten Jayapura berjalan lancar dan demokratis meskipun pada saat pemilihan sempat diwarnai interupsi dari para peserta.

Dari 73 peserta yang mengikuti musyawarah tahap pertama yang terdiri dari 36 tokoh adat dan 37 tokoh perempuan, terpilih sebanyak 12 orang, yaitu 6 tokoh adat  dan 6 tokoh perempuan.

Sebanyak 12 orang ini selanjutnya akan dikirim ke panitia pemilihan wilayah kemudian mengikuti musyawarah pemilihan tahap kedua pada Rabu (26/1/2011) untuk mendapatkan empat orang yang akan mewakili wilayah I di MRP. Wilayah I meliputi Kabupaten/Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau