4 Alasan Malas Olahraga

Kompas.com - 25/01/2011, 12:12 WIB

KOMPAS.com - Enggak sempat, terlalu lelah, membosankan, dan tak punya disiplin adalah 4 hal yang paling sering dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal, Anda tahu ada begitu banyak manfaat yang bisa digali dari latihan olahraga yang sesuai untuk kondisi tubuh dan rutin dilakukan. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk melawan alasan-alasan tersering itu.

"Enggak ada waktu untuk olahraga"
Bagi Anda yang supersibuk dan merasa tak punya waktu untuk berolahraga, artinya Anda mesti memiliki energi tinggi untuk bekerja. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan sebuah alur olahraga yang berintensitas tinggi, punya efek dahsyat, tetapi tidak memakan waktu.

Caranya, dengan membuat urutan latihan kardio tingkat tinggi yang dipadu dengan gerakan untuk kekuatan. Latihan ini disebut circuit training. Bisa dilakukan sekitar 30 menit di gym atau dengan memanfaatkan alat-alat yang serupa di mana pun. Mulai dengan pemanasan selama 5 menit (mulai dari berjalan kaki lalu percepat hingga lari), lalu lakukan gerakan squat (salah satu kaki melebar ke depan, lalu tekuk), lalu bergelayut di tiang melintang dan tarik badan (mulai dengan menaruh kedua kaki di tanah, lalu tarik tubuh Anda). Selanjutnya, ambil 2 menit untuk berlari cepat diikuti istirahat 2 menit. Ulangi urutan tersebut 3 kali lagi.

"Saya terlalu lelah untuk berolahraga"
Tidak semua olahraga harus berkaitan dengan kelelahan fisik yang amat sangat seperti olahraga kardio. Olahraga ringan, seperti yoga, khususnya Vinyasa (biasa pula dikenal flow), bisa merevitalisasi tubuh dan membantu membuat seseorang semangat berolahraga. Setelah beberapa menit, jantung pun akan mulai bekerja lebih keras, otak jadi lebih jernih, dan energi meningkat. Tetapi jangan tertipu oleh kelemahlembutan gerakannya. Olahraga ini butuh daya otot yang luar biasa. Tubuh Anda akan melakukan gerakan pertahanan yang cukup tinggi.

"Olahraga bikin bosan"

Mungkin Anda bukan tipe orang yang senang melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, apalagi berdiam di tempat yang sama tanpa kejelasan. Atau melatih otot tanpa mendulang pengetahuan lain buat Anda adalah hal yang percuma. Tetapi ada bentuk latihan tubuh lain yang bisa Anda lakukan, yakni berdansa atau mengikuti kelas bela diri. Gerakan-gerakan tari yang mengikut ritme lagu akan membangkitkan semangat. Olahraga dansa ini melatih beragam otot pada tubuh, lho.

"Saya bukan tipe orang yang punya disiplin"
Tubuh masih dalam kondisi cukup sehat, tak ada orang yang menyemangati, sehingga Anda malas untuk berolahraga, bisa jadi alasan berat. Supaya bisa meningkatkan semangat lagi, coba cari ajang-ajang olahraga bersama untuk kebaikan atau amal supaya bisa jadi motivasi diri. Salah satu yang paling dekat, gerak jalan bersama majalah Prevention, Sekar, dan Kompas.com yang akan digelar di Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 30 Januari 2011 nanti. Cara lainnya, janjian dengan teman lain, dengan begitu Anda jadi lebih termotivasi untuk tidak mengecewakan orang lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau