Bong Chandra dkk Bangun Superblok Terbesar di Serpong

Kompas.com - 25/01/2011, 13:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang PT Perintis Triniti Properti menargetkan pembangunan superblok di kawasan Serpong, Tangerang. Rencananya pada akhir bulan Januari 2011 ini akan menandatangani MOU dengan pemerintah daerah.

"Setelah proyek pertama Ubud Village Ciledug sukses, kami mau membuat lagi superblok di kawasan Serpong, Tangerang," kata  salah satu dari toga CEO PT Perintis Trini Properti, Bong Chandra kepada Kompas.com di kantor marketing office Ubud Village Ciledug, Jalan Ciledug Raya, Sudimara Timur, Tangerang, Senin (24/1/2011).

Menurut Bong, superblok ini terdiri dari delapan menara apartemen, mal, ruko, hotel, dan juga universitas. "Superblok ini akan kami buat sebagai the best dan the biggest superblok di Serpong," ujarnya. Untuk menjadi yang terbesar dan terluas, menurut Bong, pihaknya akan memainkan konsep pembangunan yang unik dengan harga yang menarik pula. "Mengenai arsiteknya kami akan pakai dari Singapura, apa saja konsepnya belum bisa kami beritahukan sekarang," jelasnya.

Serpong sebagai salah satu kawasan satelit, dirasa tepat untuk membangun superblok. Pihaknya masih membidik kawasan Tangerang karena dinilai prospek properti akan berkembang dengan cepat. "Seperti kami membangun residensial di Ciledug, di Serpong tanah juga semakin mahal. Tapi, kami tetap memilih di Tangerang karena sebagai kota pedagang. Di Tangerang, perputaran uangnya cepat," katanya.

Selain merencanakan pembangunan di kawasan Tangerang, PT. Perintis Triniti Properti yang masih terbilang pendatang baru di dunia properti, tertarik melebarkan sayap di luar Jakarta. "Kemarin kami sempat melihat potensi di Balikpapan. Dan dalam waktu dekat bersamaan dengan yang di Serpong, kami akan membuat vila-vila di areal tanah seluas 8 hektar di Jimbaran," katanya. (Natalia Ririh)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau