Dugaan pemalsuan rentut

Polri Gelar Perkara Kasus Cirus

Kompas.com - 25/01/2011, 15:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI (Polri) melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pemalsuan rencana penuntutan (rentut) kasus Gayus H Tambunan, Selasa (25/1/2011),  dengan tersangka jaksa penuntut Cirus Sinaga. Dalam rapat kerja dengan Komisi III, tadi malam, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memastikan bahwa status Cirus adalah tersangka dalam kasus tersebut.

"Hari ini masih terjadi proses gelar perkara, belum selesai," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta.

Gelar perkara dilakukan secara internal dan antar penyidik. Sebelum dipastikan Kapolri bahwa status Cirus adalah tersangka, polisi sempat mengubah statusnya sebagai saksi. Desakan untuk mengusut Cirus semakin kencang, setelah Gayus menyampaikan testimoninya terkait dugaan keterlibatan Cirus dalam kasusnya. Gayus bahkan mengatakan, ada upaya melindungi Cirus karena yang bersangkutan dianggap mengetahui kasus yang menjerat mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Kapolri, dalam keterangannya kepada DPR, mengungkapkan, polisi masih terus mengumpulkan alat bukti. Cirus sendiri belum memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan sakit.

"Cirus bukti permulaan cukup, tapi dipanggil belum bisa datang karena sakit. Dipanggil dengan status tersangka," tegas Kapolri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau