JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempercepat pembangunan sarana transportasi massal mass rapid transit (MRT), Pemprov DKI telah menyelesaikan koreksi terhadap basic engineering design (BED) atau desain dasar konstruksi MRT tahap I dengan rute Lebak Bulus- Hotel Indonesia (HI) yang telah rampung dibuat PT Nippon Koei. Hasil koreksian itu telah diserahkan kembali kepada perusahaan tersebut untuk disempurnakan kembali.
Diharapkan penyempurnaan BED rampung pada akhir Januari, sehingga pada Februari 2011 bisa dilaksanakan pembuatan tender dokumen dan pelaksanaan pra kualifikasi tender konstruksi fisik.
Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya optimis penyempurnaan BED MRT berdasarkan hasil koreksian dapat rampung akhir Januari ini.
“Targetnya BED harus final pada akhir Januari ini. Saya sudah sampaikan opini terhadap BED MRT dan hal apa saja yang harus disempurnakan,” kata Fauzi Bowo di Balai Kota, Selasa (25/1/2011).
Gubernur menambahkan, yang menjadi catatan koreksian BED, di antaranya rangkaian gerbong kereta yang digunakan berjumlah enam atau delapan gerbong. Dia juga meminta diterangkan kerugian dan keuntungan jika menggunakan rangkaian enam gerbong atau delapan gerbong.
Selain itu, dia juga mempertanyakan panjang stasiun MRT apakah dari awal pembangunan fisiknya disesuaikan untuk enam gerbong atau delapan gerbong kereta.
“Semua opini yang saya ajukan terkait pertanyaan teknis. Apa yang saya ajukan sudah dijawab. Jadi sebagian besar sudah diselesaikan oleh pihak konsultan BED,” ujarnya.
Karena itu, Fauzi menegaskan proses persiapan administrasi pembangunan MRT telah mendekati proses akhir. Setelah BED rampung disempurnakan, maka langsung dibuat tender dokumen, dengan membagi pengerjaan pembangunan fisik MRT dalam beberapa paket tender dokumen.
“Februari, kami akan buatkan tender dokumen untuk pengerjaan fisik MRT tahap I, termasuk pelaksanaan pra kualifikasi tender. Saya tegaskan, semua jadwalnya masih dalam jadwal yang telah ditetapkan,” kata Fauzi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo, menerangkan, saat ini draf final report basic engineering design (desain dasar) MRT koridor selatan–utara tahap I (Lebak Bulus–HI) telah selesai. Laporan akhir desain dasar ini sedang dalam proses review dan finalisasi untuk kemudian direvisi dan mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan.
“Laporan akhir desain dasar ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan proses lelang konstruksi yang diawali proses prakualifikasi,” kata Tribudi.
Prakualifikasi lelang dilakukan untuk menyaring perusahaan-perusahaan baik domestik dan mancanegara yang berminat melakukan pengerjaan fisik MRT koridor selatan-utara tahap I tersebut. Diperkirakan prakualifikasi lelang akan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, kemudian akan dilanjutkan dengan pelaksanaan lelang konstruksi.
“Proses prakualifikasi ini diharapkan dapat dilaksanakan secepatnya sehingga lelang konstruksi dapat dilaksanakan pada pertengahan 2011. Pembangunan fisik MRT Jakarta Selatan– utara tahap I ditargetkan dapat terlaksana pada 2012 dan beroperasi pada akhir 2016,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk proses pembebasan lahan dilakukan oleh Pemprov DKI. Pembebasan lahan ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum DKI. Dinas Perhubungan DKI melakukan pembebasan lahan di kawasan depo. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembebasan lahan di sepanjang koridor MRT. Pembebasan tanah dilakukan di wilayah Jakarta Selatan.
Saat ini, total tanah yang sudah dibebaskan sebanyak 30 bidang. Masih ada 252 bidang yang belum dicapai kesepakatan harga. Namun demikian, pembebasan lahan ditargetkan akan rampung pada akhir 2011.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang