Perkosaan

Tiga Tahun Rik Dimesumi Pamannya

Kompas.com - 25/01/2011, 17:34 WIB

MANGUPURA, KOMPAS.com - Rik, 15, pelajar SMP asal Banjar Jempayah, Desa Mengwitani, Kabupaten Badung, Bali melaporkan Iso Karsono, 50, pamannya ke polisi, terkait kasus pencabulan.

Kasat Reskrim Polres Badung AKP Ketut Soma Adnyana di Mangupura, Selasa mengatakan, korban Rik melapor telah menjadi korban pencabulan oleh pamannya sendiri.

Iso Karsono, sang paman, dilaporkan telah melakukan aksi bejat tersebut sejak kurang lebih tiga tahun silam.

AKP Soma menyebutkan, kasus pencabulan tersebut awalnya terjadi pada 2007. Saat itu, pelaku mendatangi rumah Rik, dan tanpa basa-basi memaksa wanita di bawah umur itu untuk melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Di bawah ancaman, Rik yang saat itu tinggal di rumah sendiri, tidak bisa menghindar dari perbuatan bejat si pelaku. "Korban tidak bisa berbuat apa-apa selain meladeni keinginan pamannya tersebut," kata Soma.

Usai menodai Rik, pelaku pergi begitu saja sambil mengancam, "Awas kamu kalau bilang sama orang tuamu, kamu akan saya bunuh," ujar Soma menirukan kata-kata Iso Karsono.

"Kejadiannya sudah tergolong lama, namun korban baru datang melaporkan pada Minggu (23/1/2011) lalu," ujarnya.

Soma menuturkan, sejak itu, aksi pencabulan yang dilakukan sang paman terhadap ponakannya sendiri, terus berlanjut hingga tahun 2008.

Ketika itu, pelaku kembali menodai Rik saat yang bersangkutan menginap di rumah Iso Karsono di kawasan Tabanan.

"Iso melakukan pencabulan ketika Rik sudah tertidur. Pelaku tiba-tiba masuk ke kamar, dan tanpa basa-basi langsung melakukan pemerkosaan, sama seperti peristiwa awal," katanya.

Usai melancarkan nafsu setannya, Iso kembali mengancam korban dengan kata-kata yang sama. Peristiwa terakhir yang menimpah korban terjadi pada April 2009.

Saat itu pelaku kembali melakukan pencabulan terhadap Rik, yakni saat korban berlibur ke Jawa Timur.

"Ketika Rik berlibur ke Jawa Timur, pelaku menyusul korban dengan alasan akan menjemput korban untuk pulang ke Bali. Sampai di sana, pelaku kembali melakukan aksi bejatnya," ujar Soma.

Menurut Kasatreskrim, Rik yang sudah tidak tahan dengan perlakuan pamannya itu, kemudian secara terang-terangan menceritakan kejadian yang telah dialami kepada orangtuanya.

Dari pengaduan itu, korban bersama kedua orang tuanya datang melapor ke Polres Badung.

"Kasusnya memang terjadi sudah sejak lama, hampir tiga tahun, namun kami akan tetap mengusutnya," kata Soma dengan menambahkan bahwa pihaknya belum menahan pelaku karena masih harus dilakukan penyelidikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau