Domodedovo

Medvedev Tunjuk Manajer Bandara

Kompas.com - 25/01/2011, 18:50 WIB

KOMPAS.com - Presiden Rusia Dmitry Medvedev pun meradang. Insiden ledakan yang diduga sebagai serangan bom bunuh diri di Bandar Udara Domodedovo pada Senin (24/1/2011) membuat dirinya langsung menunjuk manajer bandara diperiksa secara intensif. "Ia bertanggung jawab atas pelanggaran pemeriksaan keamanan," kata Medvedev  dalam siaran TV menanggapi serangan yang menewaskan 35 orang.

"Seseorang harus bekerja amat keras untuk membawa sejumlah besar bahan peledak seperti itu," imbuhnya.

Media Rusia sebagaimana warta AP dan AFP pada Selasa (25/1/2011), melaporkan penyerang meledakkan sekitar 7 kg bahan peledak TNT di Bandara Domodedovo, Moskwa. "Jika dilihat dari lokasi dan tanda-tanda yang tidak langsung, ini merupakan serangan yang direncanakan dengan baik dan ditujukan untuk menewaskan sebanyak mungkin orang," tambah media tersebut.

"Bandaranya baik dan ini diakui oleh semua orang. Baru dan modern. Bagaimanapun, apa yang terjadi memperlihatkan dengan jelas ada kelemahan dalam keamanan," ujarnya.

Teror

Sampai kini, dalam anggapan banyak orang Rusia, serangan berdarah itu merupakan teror dari kelompok militan Kaukasus utara. Dua serangan bunuh diri pada Maret 2010 pada sistem kereta api bawah tanah Moskwa juga dianggap sebagai aksi dari kelompok itu. Pada kejadian tersebut, 40 orang tewas. Sementara, menurut laporan, pelaku pengeboman bunuh diri itu adalah seorang perempuan asal Dagestan.   Beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tiga orang kini sedang dicari sehubungan dengan bom di Bandara Domodedovo tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau