Jangan Minder bila Anda Introver

Kompas.com - 26/01/2011, 11:42 WIB

KOMPAS.com — Seorang yang introver cenderung duduk tenang di sudut ruangan saat meeting. Ia cenderung tidak memulai percakapan, enggan menjadi pusat perhatian, dan tidak akan berbaur dengan orang-orang yang ditemuinya saat acara-acara pesta. Mereka cenderung dianggap pendiam atau pemalu. Karakter ini berkebalikan dengan karakter seorang ekstrover.

Kaum yang ekstrover mendapatkan perhatian yang lebih banyak dan cenderung dikagumi orang. Mereka adalah orang yang mendominasi acara-acara gathering dan mengatur apa yang harus dilakukan di kantor.

Namun, tidak seperti yang dikira orang, seorang introver bukanlah orang yang antisosial. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa si introver adalah orang yang memberi pengaruh sosial terbesar. Mereka lebih memiliki kemampuan membuat keputusan, mampu memelihara hubungan yang awet, dan memancarkan rasa tenang di tengah gaya hidup yang serbainstan, serbacepat, serbaterburu-buru, dan serbaberisik.

Sekitar 40 persen karyawan di level eksekutif, begitu pula beberapa penulis, seniman, penemu, dan diplomat, menunjukkan karakter introver yang sangat kuat. Pencipta Harry Potter, JK Rowling, adalah contoh orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai introver. Begitu pula Gwyneth Paltrow, Meryl Streep, Bill Gates, dan Presiden AS Barack Obama.

Patsy Rodenburg, penulis buku Presence: How to Use Positive Energy in Every Situation, mengatakan, karakter introver ini sangat menguntungkan para pesohor tersebut. Aktor, atau orang-orang terkenal, sering kali dikira senang tampil atau memamerkan diri, padahal tidak begitu.

"Banyak klien saya yang introver menggunakan bakat mereka untuk menganalisis diri untuk menambah kedalaman dan integritas dalam karakter yang mereka perankan. Mereka menguasai penggunaan bahasa tubuh yang tidak agresif dan mampu mengontrol suara untuk menampilkan sisi diri yang menarik, tanpa tergantung pada pementingan hal-hal lahiriah," papar perempuan yang pernah bekerja dengan sejumlah selebriti, seperti Emma Thompson dan Madonna ini.

Mana yang mendominasi?
Istilah introver dan ekstrover pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Carl Jung. Berdasarkan penelitian terbaru, seorang introver menunjukkan peningkatan aliran darah di korteks depan dari otak yang berperan dalam memori, perencanaan, pemecahan masalah, dan penelitian yang kompleks. Di dalam diamnya, seorang introver lebih mampu mendengarkan pikiran-pikirannya sendiri dan mampu menolak gangguan dari luar dirinya.

Menurut uji kepribadian Myers-Briggs Type Indicator, pada dasarnya semua orang memiliki sisi introver ataupun ekstrover. Namun, salah satu akan mendominasi. Jika ekstrover berkembang dalam lingkungan yang gaduh dan serbacepat, seorang introver akan menarik energi dari dalam diri mereka, menemukan hiburan dalam dunianya sendiri di mana mereka bebas merefleksikan diri dan mengeksplorasi ide-idenya.

Memang, menurut Jennifer Kahnweiler, penulis buku The Introverted Leader, karena karakternya itu, orang yang introver sering kali menderita di tempat kerja.

"Mereka harus berusaha keras memberikan kontribusi pada sesi brainstorming di antara rekan-rekan kerjanya yang pintar berbicara, atau mengklaim bahwa mereka yang berjasa untuk proyek yang sedang dikerjakan," katanya.

Meskipun begitu, seorang yang introver tidak perlu mencoba bersaing dengan seorang yang ekstrover. Mereka bisa menggunakan kemerdekaan dan bakat alamnya untuk ide-ide yang orisinal dan memerhatikan detail.

Kecenderungan introver untuk menghindari politik kantor juga menunjukkan bahwa mereka bisa menggunakan keterampilan mereka berbicara dari hati ke hati untuk membangun hubungan yang loyal dan bertahan lama ketimbang rekan lain yang terjebak dalam lingkungan yang kompetitif.

Psikolog bidang relationship, Corinne Sweet, mengatakan pula bahwa seorang introver mampu memancarkan ketenangan dan mampu meredam anggota keluarga yang saling bersitegang ataupun rekan kerja yang sulit diatur. Kliennya yang introver sering kali menjadi kekuatan dalam suatu pernikahan. Ketika melakukan pendekatan pribadi, entah itu terhadap anak-anak yang sedang bertengkar atau dengan pasangan, mereka mampu menengahi perselisihan di antara mereka.

"Yang paling penting adalah mendapatkan waktu untuk sendiri. Meskipun cuma jalan-jalan di taman sebentar untuk menjauhkan diri dari keluarga, itu adalah sumber kehidupan si introver," tuturnya.

Dalam pergaulan, sering kali kita lebih menghargai perilaku ekstrover, tidak seperti introver yang cenderung pemalu. Padahal, si introver bukan saja salah satu orang yang paling sukses dalam pergaulan sosial, melainkan juga yang paling bahagia. Ini karena batin mereka telah terpuaskan dengan kemewahan untuk menyendiri dalam pikirannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau