Ikan Bakar dan Pisang, Sadap Sakali!

Kompas.com - 26/01/2011, 15:52 WIB

KOMPAS.com - Rumah makan itu begitu bersahaja. Dari depan tampak seperti warteg. Saat melangkahkan kaki masuk ke dalam, kursi-kursi plastik khas warung dan meja makan seadanya melengkapi kesederhanaan Rumah Makan Salsabila. Namun siapa sangka, di rumah makan itu pejabat-pejabat daerah kerap datang dan bersantap. Rumah Makan Salsabila terletak di Jl. Kemakmuran, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Seafood tentu saja menjadi hidangan utama. Layaknya kecamatan lain di Halmahera Utara, Tobelo dikelilingi lautan lepas. Tobelo sebagai ibukota Kabupaten Halmahera Utara memiliki pelabuhan besar tempat kapal-kapal penumpang merapat. Dari pelabuhan ke Rumah Makan Salsabila hanya berjarak 10 menit dengan mobil. Dari TPI (tempat penampungan ikan) ke rumah makan tersebut pun hanya berjarak 15 menit. Tak heran, ikan-ikan yang dihidangkan di Rumah Makan Salsabila sangat segar.

Siang itu, Kompas.com memilih Ikan Kakap Merah dan Ikan Baronang. Ikan Kakap Merah merupakan salah satu ikan andalan hasil perikanan di Halmahera Utara. Fauziah, pemilik rumah makan menanyakan apakan ikan ingin dibakar atau digoreng. Fauziah menyarankan ikan dibakar saja. Karena proses memasak ikan dengan cara dibakar merupakan khas Halmahera Utara dan tradisi turun temurun para nelayan. Saat para nelayan lapar di tengah mengarungi lautan, mereka kerap menepi di tepi pantai di pulau kecil dan membakar ikan tangkapan mereka.

Salah seorang pegawai Fauziah lalu membakar ikan. Ikan tak menggunakan bumbu selayaknya ikan bakar pada umumnya seperti kecap maupun garam. Hanya minyak kelapa bekas pakai yang dioles ke atas permukaan ikan. Ikan kemudian dibakar di atas bara api dari tempurung kelapa. Sementara menunggu ikan dibakar, pelayan mengantarkan sayur kangkung tumis dan nasi.

Tetapi tunggu dulu, ada dua piring lainnya yang berisi singkong dan pisang. Singkong dan pisang? Kernyitan heran tak terpungkiri apalagi untuk pengunjung yang biasa makan dengan nasi. Seperti masyarakat di Indonesia bagian timur, di Halmahera Utara, sagu, singkong, dan pisang menjadi makanan pokok penduduk disini. Singkong dan pisang digodok dalam campuran santan, gula, dan garam.

"Ini namanya pisang Sepati, kalau di Jawa dibilangnya pisang Kepok," jelas Fauziah sambil menunjukkan satu sisir pisang kepok. Tentu saja tak lengkap rasanya makan ikan bakar tanpa sambal. Sambal Dabu-Dabu menjadi andalan masyarakat Maluku Utara. Selintas Anda mungkin sering menemukan sambal jenis ini di restoran Manado. Memang cara pembuatan dan rasanya pun serupa.

Pertama-tama cabai diulek kemudian dicampur dengan terasi bakar, minyak kelapa bekas pakai, tomat apel, dan lemon chui. Menurut Fauziah, masyarakat setempat menyebut lemon chui dengan lemon ikan, karena biasa dipakai untuk menghilangkan bau amis ikan. Sementara tomat apel merupakan tomat dengan ukuran kecil dan tekstur kulitnya yang keras.

Jadi inilah cara makannya. Suwir ikan yang telah dibakar, cocol di sambal Dabu-Dabu, dan makan bersama potongan singkong atau pisang. Sadap sakali! Begitu istilah orang Maluku untuk mengambarkan kenikmatan makanan. Ikan Kakap Merah dan Ikan Baronang yang telah dibakar sama sekali tak tercium bau amis. Tekstur daging kedua ikan itu sangat unik, saat digigit terasa lebih alot dan lebih mudah pecah. Walau tak banyak bumbu, aroma kelapa bisa tercium dan daging selintas terasa manis.

Ikan sangat cocok berpadu dengan singkong dan pisang. Rasa manis pada singkong dan pisang makin kuat karena digodok dengan gula. Sementara sambal Dabu-Dabu kuat di rasa asam lemon dan tidak begitu pedas. Namun rasa asam malah menambah cita rasa segar pada daging ikan. Memang kuliner di Maluku Utara tidak sepedas daerah lain di Indonesia. Jadi jika Anda penggemar pedas, mintalah kepada Fauziah untuk menambahkan cabai.

Rumah Makan Salsabila berdiri sejak tahun 2003 atau pasca erusuhan yang sempat melanda wilayah tersebut. Letaknya sangat strategis di pusat kota dan dekat pasar. Apalagi lokasinya bersebelahan dengan beberapa penginapan top di Halmahera Utara. Karena itu, rumah makan ini tak pernah sepi pengunjung. Fauziah menuturkan pengunjung yang makan bisa mencapai 50 orang per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau