Properti di Kawasan Industri Lebih Berkembang

Kompas.com - 26/01/2011, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya investasi asing yang masuk ke Indonesia berhasil mengerek pertumbuhan properti di kawasan industri di wilayah Jabodetabek. Serapan lahan di kawasan industri 2010 lebih tinggi daripada 2009.

Membaiknya sentimen ekonomi dan iklim investasi di dalam negeri tahun 2010 membuat permintaan khususnya dari perusahaan asing yang ingin membangun pabrik semakin gencar.

"Berdasarkan survei Jones Lang LaSalle, penyerapan lahan kawasan industri sepanjang tahun 2010 mencapai sekitar 420 hektar," ujar Kepala Riset Jones Lang La Salle Anton Sitorus. Dibandingkan 2009, serapan properti untuk kawasan industri hanya sebesar 160 hektar.

Menurut Anton, kenaikan permintaan ini juga mampu mengerek tingkat hunian. Pada tahun 2009, tingkat hunian properti di kawasan industri Jabodetabek hanya sekitar 58 persen. Pada tahun 2010, tingkat hunian naik menjadi 65 persen. "Kenaikan tingkat hunian terjadi karena untuk kawasan industri tidak ada kenaikan suplai dibandingkan 2009, sedangkan permintaan terus naik," ujar Anton.

Direktur Utama Jones Lang LaSalle Djodi Trisusanto masih yakin, ke depan pertumbuhan properti di kawasan industri akan semakin tinggi. " Hal itu karena masih ada ekspansi dari China, Korea dan Jepang. Tidak hanya manufaktur, tapi segi logistik juga akan meningkat," ujar Djodi.

Berbeda dengan kawasan industri, pertumbuhan properti di sektor kondominium justru keok. Walaupun total penjualan unit-unit kondominium baru pada tahun 2010 meningkat dibanding 2009, jumlahnya masih lebih rendah ketimbang 2008.

Sepanjang 2010, penjualan kondominium mencapai 3.800 unit. Jumlah ini naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Sementara pada tahun 2008, jumlah permintaan kondominium mencapai 6.500 unit.

"Meski turun, permintaan akan terus meningkat ditopang oleh pertumbuhan suku bunga yang stabil dan permintaan dari end-user akan hunian di dalam kota," papar Anton.

Merujuk pada data Jones Lang LaSalle, saat ini total pasokan kondominium sebesar 70.520 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 89 persen sudah terjual. Hingga tahun 2013 akan ada tambahan kondominium sebanyak 25.150 unit. Dari jumlah tambahan itu, sekitar 50 persen sudah dalam status laku terjual. "Masih banyak potensi yang akan tumbuh," ujar Anton. (Fitri Nur Arifenie/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau