JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengirim tim penyidik ke Australia pada Selasa pekan depan untuk meminta keterangan terkait anak buah kapal yang selamat dalam musibah maut di Kepulauan Christmas. Belum diketahui jumlah warga Indonesia yang selamat dari peristiwa pecahnya kapal akibat menabrak tebing itu.
"Data yang kita terima dari polisi Australia, nama kapal itu Maju Jaya, membawa 72 imigran. Kapal itu menabrak karang pada 15 Desember 2010, akibatnya 30 orang tewas. Kita belum tahu berapa anak buah kapal (ABK) kita yang selamat. Nanti, setelah tim kembali akan diketahui persis," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (26/1/2011).
Sebelumnya diberitakan, Polri berhasil menangkap aktor intelektual kasus penyelundupan manusia ke Australia melalui jalur laut yang berakhir maut di Kepulauan Christmas. Haydar Khani alias Ali Hamid alias Abu Hamid alias Syahram alias Ali Khoram ditangkap di salah satu apartemen di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/1/2011) malam.
"Dia adalah warga negara Australia keturunan Timur Tengah," ucap Boy.
Seperti diketahui, sekitar 48 orang dinyatakan meninggal setelah sebuah kapal pengungsi mengalami kecelakaan di perairan Australia, tepatnya di Kepulauan Christmas, akhir Desember 2010 lalu.
"Kita mungkin tidak akan mengetahui jumlah pastinya. Namun, informasi yang datang pada saya saat ini, sekitar 90 orang berada di kapal itu," kata Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Senin (20/12/2010).
"Ini berarti kita masih belum dapat menemukan sekitar 18 orang lainnya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang