SBY Semalam di Zurich Sebelum ke Davos

Kompas.com - 27/01/2011, 06:56 WIB

ZURICH, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (26/1/2011) pukul 21.30 waktu setempat atau Kamis (27/1/2011) pukul 04.30 WIB.

Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia Airbus 330-300 yang membawa rombongan Presiden menempuh sembilan jam penerbangan dari Bandara Militer Palam, New Delhi, dan disambut udara bertemperatur 3 derajat celsius setibanya di Zurich.

Presiden dijadwalkan menginap semalam di Zurich dan baru menuju Davos yang berjarak tiga jam perjalanan darat dari Zurich pada Kamis untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).

Presiden Yudhoyono pada Kamis, 27 Januari 2011, dijadwalkan memberikan pidato kunci dan menggelar sesi tanya-jawab dengan Ketua WEF Klaus Schwab.

Kehadiran Presiden adalah yang pertama kali di forum WEF yang dibentuk oleh sebuah organisasi independen guna membahas dan mencari solusi atas berbagai masalah global.

Setiap tahun WEF dihadiri oleh para pucuk pimpinan perusahaan raksasa dunia, ketua lembaga organisasi internasional, serta sejumlah kepala negara/pemerintahan. Indonesia akan menjadi tuan rumah WEF untuk Asia Timur yang digelar pada 12-13 Juli 2011.

Di Davos, Presiden juga akan memberikan pidato pada sesi yang membahas bidang energi yang dihadiri oleh para pimpinan eksekutif perusahaan energi dunia.

Ia juga dijadwalkan menjadi panelis dalam sesi pembangunan berkelanjutan bersama dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon, Presiden Finlandia Tarja Halonen, dan Presiden Afrika Selatan Jacob G Zuma.

Presiden juga akan menghadiri sesi pertemuan membahas pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi perdagangan dunia yang dihadiri oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, serta Direktur WTO Pascal Lamy.

Di sela-sela menghadiri forum WEF di Davos, Presiden Yudhoyono juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara/pemerintahan, yaitu dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dan Presiden Konfederasi Swiss Micheline Clamy Rey.

Presiden juga dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-mon, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Di Davos, Presiden juga akan menghadiri "Indonesia Co-Co Night" dengan tema merayakan semangat kolaborasi dan kerja sama.

Presiden akan berada di Swiss hingga Sabtu, 29 Januari 2011, dan dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada Minggu, 30 Januari 2011 pukul 09.45 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau