Jalanan di jakarta mengunci (1)

Warga Frustrasi Menembus Jalur Antasari

Kompas.com - 27/01/2011, 08:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat ini di Jakarta hampir tidak ada lagi ruas jalan yang bebas dari kemacetan. Kondisi jalur alternatif dari alternatif bahkan hampir sama, padat dan nyaris tidak bergerak. Para pengguna jalan pun harus pandai menghitung waktu perjalanan agar rezeki tidak ”tercecer” di jalan.

Di sepanjang Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2011), pengguna jalan disergap beberapa hambatan terkait proyek pengerjaan jalan layang Blok M-Antasari. Laju kendaraan rata-rata hanya 5-10 kilometer per jam.

Hambatan itu dimulai dari perempatan di dekat Markas Besar Polri arah Terminal Blok M. Alat berat dan pagar-pagar bertuliskan proyek jalan layang non-tol mengokupasi setiap satu lajur dari dua lajur jalan yang ada.

Padahal, lokasi alat berat hanya mengambil ruang 10 meter x 10 meter, tapi keberadaannya menjadi penyumbat arus lalu lintas. Kondisi serupa terlihat di mulut Jalan Pangeran Antasari dan di pertigaan Kemang.

Ruas jalan di depan pertigaan Kemang, khususnya jalur dari arah Cipete menuju Blok M, terpaksa ditutup untuk keperluan proyek jalan layang. Arus lalu lintas dari arah Cipete dibelokkan ke Jalan Brawijaya sebelum akhirnya masuk kembali ke Jalan Pangeran Antasari di depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

”Di sini paling macet pukul 07.00-09.00. Sorenya, pukul 17.00-19.00, hampir tidak bergerak kendaraan yang lewat sini,” kata Bandi, pengelola bengkel di Jalan Pangeran Antasari. (COK/NEL/FRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau