Mitsubishi Masih Dominan di Segmen Niaga

Kompas.com - 27/01/2011, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), agen tunggal pemegang merek Mitsubishi di Indonesia makin mendominasi penjualan di segmen niaga. Sepanjang 2010, perusahaan berhasil melego 43.960 unit, naik 67 persen, di segmen kendaraan komersial ringan (light commercial vehicle/LCV) ditopang pertumbuhan ekonomi nasional yang positif.

Mitsubishi menguasai pasar kendaraan LCV dengan tiga model andalan, Colt T120ss, Colt L300 dan Strada Triton. "Tahun lalu, penjualan Colt T120ss melesat 118,6 persen sekaligus mencatatkan penjualan tertinggi di kelas pikap mini," ujar Direktur Pemasaran Eksekutif KTB Rizwan Alamsjah, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, hari ini.

Colt L300 mampu mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di kelas Pick Up Small 4X2 dengan meraup 61,2 persen pangsa. Jumlah ini sekaligus mempertahankan Colt L300 sebagai market leader sejak diluncurkan pertama kali pada 1981.

Sedangkan Strada Triton, berhasil diniagakan 6.196 unit naik dari tahun sebelumnya. 4.803 unit. Sejak peluncuran perdana 2005 total penjualan sudah menembus 36.000 unit.

Januari-Desember 2010, KTB bersamaan dengan 40 tahun usia KTB di Tanah Air, mampu membukukan penjualan 106.483 unit, melonjak 72 persen dibandingkan dengan 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau