Bahasyim: Mengapa Saya Terus Difitnah?

Kompas.com - 27/01/2011, 20:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Terdakwa Bahasyim Assifie membantah temuan pihak Kejaksaan Agung terkait adanya komunikasi antara keluarganya dan jaksa penuntut umum. Atas pernyataan kejaksaan itu, Bahasyim merasa difitnah.

"Itu hal yang sangat menyakitkan saya dan keluarga. Saya pun bertanya, mengapa seorang Bahasyim selalu terus difitnah? Dengan pihak-pihak mana lagi saya akan dikorbankan?" ucap Bahasyim saat membacakan duplik pribadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/1/2011).

Seperti diketahui, Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung Marwan Effendy mengatakan, ada rencana pertemuan antara keluarga Bahasyim dan jaksa di Tebet, Jakarta Selatan. Namun, pertemuan itu batal.

Selain itu, Marwan menyebut adanya informasi penyerahan uang muka. Namun, dia tidak mengatakan uang itu untuk apa dan diterima siapa. Saat ini semua informasi itu tengah diselidiki.

Temuan itu mencuat setelah jaksa yang dikoordinasi oleh Fachrizal menunda pembacaan tuntutan hingga tiga kali. Bahasyim mengklaim penundaan itu lantaran jaksa memiliki keraguan untuk membuktikan dakwaan dalam perkaranya.

"Dalam hati kecilnya, penuntut umum memiliki keinginan untuk membebaskan saya, tetapi sudah telanjur diajukan ke pengadilan. Karena tekanan publik yang sangat kuat, penuntut umum terpaksa mengorbankan profesionalisme dan rasa keadilan dengan menuntut 15 tahun penjara," papar Bahasyim.

Seperti diberitakan, setelah menunda tiga kali pembacaan, jaksa akhirnya menuntut Bahasyim 15 tahun penjara ditambah Rp 500 juta subsider enam bulan penjara. Jaksa juga menuntut harta Bahasyim sekitar Rp 65 miliar dirampas untuk negara.

Jaksa menilai Bahasyim terbukti korupsi senilai Rp 1 miliar saat menjabat Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh. Selain itu, menurut jaksa, Bahasyim terbukti melakukan pencucian uang seluruh hartanya karena tidak dapat membuktikan keabsahan hartanya.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau