Bromo

Abu Bromo Berubah-ubah Arah

Kompas.com - 27/01/2011, 21:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, arah abu vulkanik di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang berubah-ubah dipengaruhi arah angin.

"Kalau tadi pagi arah abu vulkanik menuju ke tenggara atau Kabupaten Lumajang, kemungkinan bisa berubah lagi," kata Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Indrasto, Kamis (27/1/2011).

Menurut dia, abu vulkanik tersebut secara tidak langsung menggangu warga di sekitar Gunung Bromo. Bahkan arah abu angin pada Kamis siang mengarah ke Kabupaten Jember.

Meski demikian, intensitas letusan Gunung Bromo hingga saat ini masih dalam batas kewajaran dan tidak terlalu mengkhawatirkan. "Hingga saat ini status Bromo masih siaga," ujarnya.

Indrasto juga menyebutkan, batas daerah aman masih 2 kilometer dari arah kawah Gunung Bromo.

"Hingga saat ini masih keluar material vulkanik berupa batu seukuran genggaman tangan di sekitar Bromo, tapi masih di kawasan kaldera atau 2 kilometer dari kawah Bromo," ujarnya.

Sementara itu, letusan strombolian (lava pijar disertai suara gemuruh dari kawah gunung) seperti halnya yang terjadi pada 30 Desember 2010 jarang terlihat. "Kadang-kadang masih ada lava pijar," katanya.

Diketahui gempa tremor terjadi terus-menerus dengan amplitudo 25-37 milimeter dan ketinggian asap sekitar 800 meter.

"Mudah-mudahan intensitas letusan di Gunung Bromo secepatnya menurun sehingga warga sekitar bisa beraktivitas seperti biasanya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau