SURABAYA, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, arah abu vulkanik di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang berubah-ubah dipengaruhi arah angin.
"Kalau tadi pagi arah abu vulkanik menuju ke tenggara atau Kabupaten Lumajang, kemungkinan bisa berubah lagi," kata Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Indrasto, Kamis (27/1/2011).
Menurut dia, abu vulkanik tersebut secara tidak langsung menggangu warga di sekitar Gunung Bromo. Bahkan arah abu angin pada Kamis siang mengarah ke Kabupaten Jember.
Meski demikian, intensitas letusan Gunung Bromo hingga saat ini masih dalam batas kewajaran dan tidak terlalu mengkhawatirkan. "Hingga saat ini status Bromo masih siaga," ujarnya.
Indrasto juga menyebutkan, batas daerah aman masih 2 kilometer dari arah kawah Gunung Bromo.
"Hingga saat ini masih keluar material vulkanik berupa batu seukuran genggaman tangan di sekitar Bromo, tapi masih di kawasan kaldera atau 2 kilometer dari kawah Bromo," ujarnya.
Sementara itu, letusan strombolian (lava pijar disertai suara gemuruh dari kawah gunung) seperti halnya yang terjadi pada 30 Desember 2010 jarang terlihat. "Kadang-kadang masih ada lava pijar," katanya.
Diketahui gempa tremor terjadi terus-menerus dengan amplitudo 25-37 milimeter dan ketinggian asap sekitar 800 meter.
"Mudah-mudahan intensitas letusan di Gunung Bromo secepatnya menurun sehingga warga sekitar bisa beraktivitas seperti biasanya," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang