Bbm bersubsidi

YLKI: Tunda Pembatasan Premium!

Kompas.com - 28/01/2011, 09:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia minta pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi yang bakal dijalankan akhir kuartal I ditunda. ”Tunda itu yang di bulan April,” tegas pengurus YLKI, Indah Suksmaningsih, di Jakarta, Kamis (27/1/2011).

Penundaan pelaksanaan pengaturan BBM bersubsidi ini, menurutnya, bukan tanpa alasan. Pengaturan BBM bersubsidi harus dimulai terlebih dahulu oleh pemerintah sendiri. Hal ini perlu dilakukan pemerintah sebagai contoh uji coba. ”Coba dulu pakai percobaan pakai pelat merah dulu. Ya, ditunda dan dicoba dulu dengan menggunakan pelat merah, rasanya kayak apa orang dicabut subsidinya,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum pengaturan BBM subsidi dialamatkan untuk pelat hitam dan kuning, mengapa tidak pelat merah dulu.

Lebih lanjut, terkait dengan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi, dia balik bertanya kepada pemerintah, ”Mengapa pemerintah itu selalu tidak bisa melihat dulu ke dalam, mengapa sih harus selalu tujuannya orang lain?” Pemerintah, menurutnya, tidak bisa menjadi contoh panutan, memulai pengaturan BBM bersubsidi dengan mengarahkan aturan ini kepada masyarakat.

Dia menyarankan pengaturan BBM bersubsidi itu ditunda pelaksanaannya, guna diuji coba terlebih dahulu di jajaran pemerintah sendiri, sebagai contoh bahwa dirinya bisa menurunkan penggunaan BBM. Kalau pemerintah bisa, imbuhnya, berarti rakyat juga bisa.

”Saran saya dicoba dulu oleh pelat merah dulu. Rasanya kayak apa, dijatah lalu dia harus pakai pertamax, bisa enggak. Jadi kalau mau melakukan simulasi atau minta rakyat mengikuti, mestinya mereka melakukan dulu dong, dimulai dari dirinya sendiri, bukan malah menunjuk orang lain untuk diatur. bisa enggak itu, dari tingkatan mereka dulu, pelat merah, baru bilang ke rakyatnya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, rencana pengaturan BBM bersubsidi akan mulai digelontorkan pada akhir kuartal pertama, antara akhir Maret atau awal April tahun ini untuk wilayah Jabodetabek. Kemudian pengaturan BBM bersubsidi ini akan bergerak menuju pulau-pulau lain hingga 2014 mendatang. (Srihandriatmo Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau