Usulan hak angket pajak

Angket Pajak Cuma "Permainan" Politik?

Kompas.com - 28/01/2011, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro mengatakan, usulan Pansus Hak Angket Perpajakan hanyalah "permainan" partai koalisi. Oleh karena itu, Siti meyakini, Pansus hak angket tak akan pernah terbentuk.

"Itu kan lobi-lobi. Ada kalkulasi politik. Ending-nya kompromi. Politik 'mengagak-agaki' lawan supaya memperhitungkan kita. Itu real politic. Ada bargaining position, ending-nya kompromi. Siapa dapat apa," katanya di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (28/1/2011).

Siti mengatakan, awalnya Pansus hak angket memang ditujukan secara murni. Namun, ketika kepentingan bermain, maka tak pelak lagi berujung pada kompromi. Apalagi, lanjutnya, isu perombakan kabinet melemah seiring dengan sikap Presiden SBY.

"Politik itu kan siap perang, siap damai. Jadi tidak ada yang permanen. Yang permanen ya kepentingan. Ini bargaining position. Dalam politik itu kan seni memainkan, memerankan, mengelola kepentingan. Bagaimana kepentingan tetap di tangannya melalui berbagai cara, entah diplomasi, entah mengagaki, perang, atau sebagainya," tambahnya.

Politik yang sedang dijalankan antar partai politik, lanjut Siti Zuhro, saling menyandera dan mengunci sehingga tak akan menyelesaikan persoalan sebenarnya. "Ini memang kesalahan kita, memilih pemimpin yang di masa lalu tidak berhasil melakukan total break with the past. Akhirnya, seperti ini yang tersandera proses pembangunan yang pro-rakyat," tandasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau