Ciputra: Investasi BUMN Tower Rp 5 Triliun

Kompas.com - 28/01/2011, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ciputra Development, perusahaan properti yang berminat menggarap BUMN Tower mengusulkan biaya pembangunan berkisar Rp5 triliun.  "Mereka menyampaikan perkiraan nilai investasi sekitar Rp5 triliun. Sesuai dengan disain BUMN Tower yang akan terdiri atas 5 menara, satu menara sekitar Rp1 triliun," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, usai menerima konglomerat Ir. Ciputra, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis. 

Menurut Mustafa, pihak Ciputra sudah menyampaikan proposal dan desain gambar BUMN Tower yang mereka sebut Panca Menara sesuai dengan dasar negara kita, Pancasila. Akan tetapi diutarakan Mustafa, rencana pembangunan BUMN Tower itu masih dalam pembahasan dan masih menunggu respon dari berbagai pihak termasuk dari masyarakat.

Selain Ciputra Development, kelompok usaha Artha Graha juga tertarik membangun proyek tersebut. "Tommy Winata (taipan Artha Graha) baru menyampaikan maket (gambar), belum pada nilai investasi," katanya. 

Selain pihak swasta, tidak tertutup kemungkinan pemerintah juga akan melibatkan BUMN yang bergerak di sektor konstruksi untuk pembangunan proyek mercusuar tersebut. "Kita memiliki BUMN Karya yang punya kemampuan membangun gedung bertingkat," kata Mustafa.

Meski begitu Menteri belum dapat memastikan kapan pembangunan BUMN Tower tersebut karena masih menunggu tanggapan semua pihak dulu. "Ini baru sebatas ide dari saya. Tentu tetap harus menunggu respon sejumlah pihak," katanya.

Adapun lokasi BUMN Tower tersebut sedang dipertimbangkan menempati lahan seluas 14 hektare milik PT Rajawawali Nusantara Indonesia (Persero), atau bekas Markas Besar Angkatan Udara, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Terkait pendanaan, Mustafa menuturkan bisa disiasati dari sejumlah BUMN yang dikombinasikan dengan developer. "Yang pasti dananya tidak dari APBN. Bisa dari investasi pemilik lahan yang dapat dikonversi menjadi saham, ataupun dari pengembang yang menjadi investor dalam pembangunan itu," tegas Mustafa. Sebelumnya, Ir Ciputra menyatakan pihaknya sangat siap dilibatkan dalam pembangunan BUMN Tower tersebut.

Ia berpendapat, proyek BUMN merupakan pemikiran yang cemerlang dari Menteri BUMN untuk menyatukan kantor seluruh perusahaan milik negara. "Ide dari Pak Menteri, kami menuangkannya. BUMN Tower ini bisa menjadi ikon kota Indonesia dan menjadi gedung termegah di Asia Tenggara," ujar Ciputra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau