Oknum Polisi Terlibat Pengoplosan Elpiji

Kompas.com - 28/01/2011, 17:07 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Pascapenggerebekan sebuah gudang pengoplosan elpiji di Jalan Badak Agung XI Nomor 8, Denpasar, Kamis (27/1/2011), Polda Bali terus mengembangkan kasus ini. Yang mengejutkan, Polda Bali membeberkan ada oknum polisi berpangkat AKBP yang pernah terlibat dalam operasional gudang tersebut.

"Oknum polisi yang saat itu sebagai salah satu agen memilih mundur lantaran bisnis yang dijalani dengan Budi (pemilik gudang) diketahui menyimpang dan ilegal,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Gede Sugianyar di Mapolda Bali, Jumat (28/1/2011) siang. "Tapi itu dulu, sekarang tidak lagi," tambahnya.

Oknum polisi berinisial Sud ini juga disebut-sebut oleh tersangka pemilik gudang, Tjia Po Min (48) alias Budi, membuka cabang penjualan elpiji di Abianbase, Badung. Namun, Sugianyar membantah hal tersebut.

"Saya sudah cek tidak ada oknum polisi yang disebut-sebut oleh tersangka itu membuka usaha penjualan elpiji di wilayah Abianbase," tegas Sugianyar.

Polda Bali tidak akan pandang bulu jika ada oknum dari kepolisian maupun Pertamina yang terlibat dalam aktivitas ilegal pengoplosan elpiji dari tabung 3 kilogram ke 12 kilogram di gudang tersebut.

"Kalau ada oknum Pertamina yang terlibat terkait pengedaran tabung gas oplosan ini, polisi tak segan-segan lagi untuk meminta pada Pertamina agar memecat oknum pegawai tersebut," ujar Sugianyar.

Saat ini polisi telah resmi menahan tersangka pemilik gudang, sementara kepada enam karyawan gudang, polisi hanya menjadikan mereka sebagai saksi karena mereka hanya bekerja guna mencari penghidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau