Abu Bromo Ganggu Penerbangan ke Bali

Kompas.com - 28/01/2011, 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Abu vulkanik Gunung Bromo (2.392 mdpl) yang masih terus disemburkan mengakibatkan jalur penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali terganggu. Demikian pernyataan resmi Kementrian Perhubungan, Jumat (28/1/2011).

"Sedikitnya 13 penerbangan internasional dari dan menuju ke Ngurah Rai melakukan pembatalan penerbangan pada hari ini," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom), Kementerian Perhubungan (Kemnehub), Bambang S Ervan, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pembatalan penerbangan internasional itu dilakukan para maskapai karena adanya "Notice to Airmen" (Notam) dari "Volcanic Ash Advisory Center" (VAAC) Darwin pada pukul 12.00, Kamis (27/1/2011) kemarin. Dalam Notam disebutkan bahwa debu vulkanik sudah mencapai Bali. Dalam Notam tersebut, kata Bambang, disebutkan, debu vulkanik sudah mencapai 200 nautical mile atau menjangkau ketinggian sekitar 18.000 kaki.

"Kami pun melalui Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub juga telah mengeluarkan 'Astam' dan 'Notam Precaution' agar penerbangan menghindari wilayah tertentu yang terpengaruh debu vulkanik," paparnya. Kendati begitu, kata Bambang, sebenarnya pendaratan di Ngurah Rai masih dapat dilakukan dan aman.

Bambang menjelaskan, sejumlah penerbangan internasional yang membatalkan penerbangannya dari dan menuju ke Bandara Ngurah Rai, Bali antara lain Jetstar Airways enam kali penerbangan, Virgin Blue empat kali penerbangan, Cathay Pacific dua kali penerbangan, Value Air satu kali penerbangan. "Mereka antara lain melayani kota tujuan Hong Kong, Australia dan Singapura," jelasnya.

Sementara itu pada hari sebelumnya, Kamis (27/1/2011) terdapat 10 kali pembatalan penerbangan internasional. Penerbangan itu antara lain Cathay Pacific, Jetstar Airways, Value Air dan KLM. Penerbangan mereka dilakukan untuk destinasi Perth, Darwin, Sidney, Melbourne, Hong Kong dan Singapura.

Akibat pembatalan penerbangan itu, sebanyak 1.749 orang penumpang diinapkan sejumlah hotel di sekitar bandara Ngurah Rai oleh maskapai. Meski demikian, ada juga sejumlah maskapai yang tetap melakukan penerbangan dari dan menuju ke Ngurah Rai di antaranya adalah AirAsia dan China Airlines. "Sementara untuk penerbangan domestik tidak terganggu sama sekali," kata Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau