Kebebasan berekspresi

Sekjen PBB Ingatkan Pemerintah Mesir

Kompas.com - 28/01/2011, 22:04 WIB

DAVOS, KOMPAS.com Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (28/1/2011), mengingatkan Pemerintah Mesir bahwa kebebasan berekspresi harus sepenuhnya dihormati ketika negara tersebut sedang menghadapi gelombang unjuk rasa.

"Kebebasan berekspresi dan hal yang berkaitan harus sepenuhnya dihormati," kata Ban Ki-moon di sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Hal tersebut menanggapi keputusan Pemerintah Mesir yang memblokir jaringan internet saat menghadapi serangkaian unjuk rasa.

Ban juga menyerukan secara lebih terbuka kepada sejumlah pemerintah di kawasan yang menghadapi gelombang protes, seperti Tunisia, Mesir, dan Yaman, agar mendengarkan suara warganya dan menampik kekhawatiran mereka.

"Saya telah mengamati secara dekat situasi yang terjadi di kawasan itu, mulai dari Tunisia, kemudian Mesir, sekarang Yaman dan lainnya," katanya kepada wartawan di sela-sela pertemuan puncak perdagangan itu. "Apa yang telah saya ucapkan berkali-kali ialah semua orang yang peduli atau para pemimpin harus memastikan bahwa situasi di kawasan itu, terutama di Mesir, sekarang tidak menjadi dan tidak akan semakin bertambah kacau," katanya.

Mesir memutus jaringan telepon seluler dan layanan internet pada hari Jumat. Beberapa truk polisi antihuru-hara juga dikirim ke Kairo untuk meredam ribuan aktivis yang tergabung dalam protes antirezim berkuasa setelah shalat Jumat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau