Kapal terbakar

Wapres Boediono, Akan Menjenguk Korban

Kompas.com - 29/01/2011, 11:47 WIB

CILEGON, KOMPAS.com - Inilah Ruang Seruni, Rumah Sakit Krakatau Medika, Cilegon, Banten. Di ruang ini dirawat 17 pasien korban kapal feri Laut Teduh 2, yang terbakar. Menurut rencana, Wakil Presiden Boediono, Sabtu (29/1/2011) akan menjenguk mereka.

Berdasarkan keterangan Satlak Penanggulangan Bencana Pemkot Cilegon, 80 penumpang KMP Laut Teduh II yang terbakar Jumat (28/1/2011) di perairan Selat Sunda dirawat di RSUD Cilegon.

25 penumpang dirawat di Puskesmas Pulau Merak dan 189 penumpang dirawat di RS Krakatau Medika.

Sementara Direktur Operasional Asuransi Jasa Raharja Pusat, Budi Setyarso, mengatakan semua korban KMP Laut Teduh II akan mendapat santunan dari Jasa Raharja.

Jika meninggal dunia, ahli waris korban mendapatkan Rp 25 juta dari Jasa Raharja dan Rp 40 juta dari Jasa Raharja Putra (anak cabang Jasa Raharja). Total Rp 65 juta.

Sementara untuk korban yang mengalami luka ringan dan luka berat, pihak Jasa Raharja akan menanggung seluruh biaya pengobatan, yakni maksimal Rp 10 juta dan Jasa Raharja Putra Rp 20 juta. Total Rp 30 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau