CILEGON, KOMPAS.com — Dua dari 11 korban meninggal dunia terbakarnya KMP Laut Teduh 2 hingga kini masih berada di Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon. "Sampai saat ini masih belum dibawa oleh pihak keluarganya dan akan dimakamkan jika tiga hari mendatang tidak ada yang bertanggung jawab," kata salah seorang dokter Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Krakatau Medika Kota Cilegon, dr Sugianto, Sabtu (29/1/2011).
Sugianto menjelaskan, dari 11 korban tewas itu, empat di antaranya adalah anak-anak. Korban-korban yang dapat diidentifikasi antara lain adalah Nursal (52) warga Padang, Sumatera Barat; Ruswati (43) warga Batu Raja, Sumatera Selatan; Azis Al Qadri (5) warga Bandar Lampung; Lukman Yazid (40) warga Wonosobo, Jawa Tengah; Nazwa (2,5) warga Padang, Sumatera Barat; Abdul Patih (2,5) warga Padang, Sumatera Barat.
Selanjutnya, Adari (44) warga Padang, Sumatera Barat; Sani warga Padang Ratu, Lampung Tengah; Maryati (22); dan Rajiudin warga Indramayu. Sementara satu korban tewas berjenis kelamin perempuan tanpa identitas.
"Yang saat ini belum dibawa oleh pihak keluarga adalah korban meninggal bernama Maryati dan wanita tanpa identitas," katanya.
Kepala Cabang PT Bangun Putera Remaja, pemilik KMP Laut Teduh 2, Hasyim mengaku pihaknya sampai saat ini masih mengupayakan pencarian korban yang kemungkinan masih berada di tengah laut.
Dia juga mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan pencarian dan pengobatan. Untuk korban yang meninggal, pihaknya berupaya menghubungi keluarga korban. "Jika keluarga korban tidak ada, dipastikan dua jenazah akan dimakamkan," ujarnya.
Saat ini PT Bangun Putera Remaja membuka posko persis di samping UGD RSKM, untuk memudahkan pencarian dan penemuan korban oleh pihak keluarga. "Kami lakukan yang terbaik," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang