Jenguk korban kapal terbakar

Wapres: Tingkatkan Prosedur Keselamatan

Kompas.com - 29/01/2011, 15:01 WIB

CILEGON, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono memerintahkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi untuk meningkatkan prosedur keselamatan penumpang angkatan massal darat, laut, dan udara untuk menekan jumlah kecelakaan. Hal itu dikatakan Boediono kepada pers di RS Krakatau Medika, Cilegon, Banten.

Wapres bersama Ibu Herawati Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Freddy Numberi, dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjenguk para korban luka akibat terbakarnya kapal motor penumpang Laut Teduh 2, Sabtu (29/1/2011).

"Saya minta Menhub meningkatkan prosedur keselamatan dan segera memberlakukan dalam jangka pendek ini, untuk jangka panjang harus memperbaiki hal lain yang lebih mendasar," kata Boediono.

Boediono mengatakan, peralatan keselamatan penumpang memang masih ada beberapa yang harus diperbaiki, juga mengenai tata cara keselamatan penumpang. Menhub agar segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk menghindari risiko agar kecelakaan lain tidak terulang lagi," katanya.

Boediono juga memerintah Freddy dan pihak terkait untuk terus melakukan penyisiran terhadap lokasi kecelakaan dalam upaya mencari korban yang kemungkinan masih ada yang belum dievakuasi.

"Penyisiran itu perlu dilakukan agar jangan sampai ada korban yang tertinggal atau belum ditemukan," ujar Boediono.

Boediono mengatakan pula, masalah keselamatan penumpang sesungguhnya sudah beberapa kali dibahas di Kantor Wakil Presiden, tapi melihat kejadian adanya kecelakaan kapal dan kereta api perlu ada langkah cepat untuk menghindari kemungkinan kecelakaan terjadi lagi.

"Kami menekankan pentingnya aturan keselamatan ditegakkan termasuk semua ketentuan yang harus dipenuhi oleh semua pihak, termasuk penumpang juga harus mematuhi ketentuan keselamatan," tegas Boediono.

Freddy Numberi mengatakan, sejumlah ketentuan keselamatan penumpang memang harus dibenahi termasuk keluar-masuk penumpang yang menggunakan jasa transportasi umum. Alat-alat keselamatan penumpang dan tata cara keselamatan penumpang selama ini juga telah dipatuhi dan dilakukan.

"Semua ketentuan keselamatan penumpang sudah dilengkapi dan akan ditingkatkan seperti jumlah sekoci dan pelampung yang harus ditambah dan diperbaiki," kata Freddy.

Terkait kemungkinan syahbandar melakukan kelalaian dalam menjalankan tugas, dia mengatakan, hal itu sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan jika memang terbukti bersalah akan ada hukumannya.

Sudah baik

Mengenai penanganan korban, Boediono menilai, para korban yang ditangani oleh sejumlah rumah sakit dan puskemas sudah ditangani dengan baik sesuai ketentuan yang ada.

"Saya melihat para korban ditangani dengan baik. Rumah sakit ini saya kira cukup baik untuk menangani hal seperti ini dan saya dapat laporan di sini ada ahli-ahli yang cukup banyak untuk menangani masalah yang dialami korban, seperti paru-paru, patah tulang," kata Boediono.

Boediono memerintahkan Jasa Raharja agar segera menyelesaikan santunan kepada para korban agar tidak makin memberatkan kondisi para korban yang luka maupun meninggal. "Saya minta kepada Jasa Raharja dan Jamsostek untuk segera menyelesaikan santunan dengan cepat dan baik. Biaya perawatan  agar sudah ditanggung oleh asuransi itu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Boediono juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait seperti Polri, Angkatan Laut, pemerintah provinsi dan kota yang telah menangani kecelakaan dan membantu para korban dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau