Pelukan Luna Jelang Sidang Vonis Ariel

Kompas.com - 31/01/2011, 09:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Luna Maya, kekasih vokalis Nazriel Irham alias Ariel "Peterpan", terdakwa kasus penyebaran video porno, datang menemui Ariel di ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1/2011), menjelang sidang vonis terhadap kekasihnya.

Luna datang ditemani rocker gaek Ahmad Albar dan adiknya, penyanyi dan bintang film Camelia Malik. Mantan presenter Dahsyat itu langsung memeluk erat kekasihnya dan membisikkan sesuatu di telinga kanan Ariel.

Ahmad Albar mengaku kedatangannya pada sidang terakhir tersebut sebagai bentuk dukungannya terhadap Ariel. "Kami datang untuk kasih spirit. Kami melihat dari sisi kemanusiaan," kata Ahmad Albar.

Tak hanya Ahmad Albar, sejumlah artis lain juga ikut memberikan dukungannya terhadap Ariel. Mereka adalah penyanyi dan aktris legendaris Titiek Puspa, Baby Zelvia, Melly Goeslaw, produser Musicas Studio Indrawati Widjaja, dan Budi Suratman, manajer grup band Peterpan.

"Banyak sebenarnya musisi yang ingin datang, tapi ada kesibukan lain dan enggak bisa datang. Kami mohon doanya saja," ujar Camelia Malik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau