Sumber Kafein yang Tak Terdeteksi

Kompas.com - 31/01/2011, 11:47 WIB

KOMPAS.com — Sebagian besar dari kita mungkin akan memilih kopi ketika mendapat serangan kantuk. Pada prinsipnya, kafein yang ada di dalam kopi memang dapat membuat tubuh lebih berenergi, tetapi tak boleh berlebihan. Sehari kita hanya boleh mengonsumsi 250 miligram kafein. Itu sama dengan 2-3 cangkir kopi.

Saat tubuh mendapat asupan kafein yang cukup, kemampuan untuk tetap berkonsentrasi dan bebas stres akan membuat hari-hari kita lebih bersemangat. Namun, saat kafein terlalu berlebihan diterima tubuh, efek samping yang ditimbulkan adalah dehidrasi, susah tidur, panik, dan gangguan lambung.

Jika ini mulai kita rasakan, itu artinya tubuh minta kita untuk mengurangi asupan kafein. Tetapi, bukan hanya kopi atau teh yang mengandung kafein. Ada makanan dan minuman lain yang sebenarnya memiliki kafein sebagai salah satu bahan baku. Apa sajakah itu? Ini dia daftar lengkapnya, beberapa di antaranya bahkan di luar dugaan kita.

Minuman soda dan kola. Satu kaleng minuman soda dan kola biasanya mengandung 23-25 miligram kafein. Bahkan minuman soda dan kola yang berlabel diet sekalipun tetap mengandung kafein dengan kadar yang sama.

Cokelat. Kafein secara natural ada di dalam cokelat. Jadi apa pun olahan cokelat pasti akan memberikan efek stimulasi. Dalam permen cokelat setidaknya terdapat 10 miligram kafein.

Es krim. Jika kita menambahkan cokelat atau kopi sebagai rasa pada es krim kita, kita telah menambahkan kafein di dalamnya. Rata-rata pada setengah mangkuk es krim dengan dua rasa tersebut terdapat 30-45 miligram kafein. Jumlah ini sama dengan sebotol kaleng minuman berkola. Namum, di antara rasa cokelat dan kopi, es krim rasa cokelat memiliki kafein lebih sedikit, sekitar 3 miligram.

Pil penghilang rasa sakit. Dalam takaran yang sedikit, kafein dapat menghilangkan sakit kepala kita. Tetapi jika takarannya semakin banyak, kafein menjadi pemicu sakit kepala kita. Lalu apa hubungannya dengan pil penghilang rasa sakit?

Banyak pil penghilang rasa sakit memanfaatkan kafein sebagai bala bantuan untuk menghilangkan rasa nyeri. Permasalahan mulai muncul ketika kita semakin bergantung pada pil penghilang rasa sakit. Pil ini tak hanya membuat kita kecanduan dan sakit kepala, tetapi juga membuat kita sulit tidur nyenyak.

Minuman berenergi. Salah satu alasan mengapa minuman kemasan tersebut menjanjikan untuk memompa energi adalah di dalamnya terdapat kafein. Jadi, perhatikan waktu yang kita pilih untuk mengonsumsinya. Sebaiknya jangan minum 5-4 jam menjelang waktu tidur.

(Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau