Timnas

Nasib Okto Belum Jelas

Kompas.com - 31/01/2011, 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa depan Oktavianus Maniani di tim nasional U-23 Indonesia masih simpang siur. Apakah dia akan dikeluarkan atau tetap di timnas, tak ada yang tahu. Keputusan terakhir berada di tangan Pelatih Alfred Riedl.

Seperti diberitakan sebelumnya, Okto "melarikan diri" dari pelatnas. Ia pergi ke Papua untuk membantu klubnya, Sriwijaya FC, menghadapi Persipura Jayapura. Padahal, Riedl sudah melarang pemain 20 tahun tersebut untuk pergi.

"Alfred mau ketemu dia, bicara empat mata sama dia. Kelihatannya malam ini Okto sudah ada di Jakarta. Ini semua keputusan Riedl. Tapi seperti saya bilang tadi, malam ini Okto sudah ada di Jakarta, dan ketemu Riedl. Dia mau dengar cerita Okto, mau dengar alasannya pergi," tegas asisten pelatih timnas, Wolfgang Pikal, di lapangan C Senayan, Senin (31/1/2011).

Ketika ditanya apakah Okto akan menerima sanksi, Pikal menjawab, "Ya saya katakan pada dia pasti ada konsekuensi, mungkin dia harus bayar denda. Belum tahu, tetapi kemungkinan itu ada, makanya kami mau ketemuan dulu malam ini," tuntas Pikal.

Sejak Okto pergi, Riedl mengakui hubungannya dengan pemain 20 tahun tersebut menjadi renggang. "Saya belum berhubungan, belum ada kontak dengan dia. Yang saya tahu hanyalah timnya kalah 2-3, dan dia mencetak satu gol," seru Riedl.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau