Sepanjang januari

Bursa Indonesia Terjun 8,1 Persen

Kompas.com - 31/01/2011, 14:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bursa saham Filipina dan Indonesia hari ini terpukul hebat. Dua indeks acuan di emerging market ini mengalami penurunan bulanan paling besar sejak 2008. Selain kecemasan inflasi, gejolak politik Mesir juga mendorong investor memilih untuk melepas saham-saham di Asia.

Pada penutupan siang ini bursa saham Filipina melorot 2,2 persen menjadi 2.881,47. Ini merupakan level paling rendah sejak 8 September lalu. Kondisi tak jauh berbeda juga dialami bursa saham Indonesia yang ditutup anjlok 2,3 persen, terbesar sejak 10 Januari, ke posisi 3.407,58.

Dengan demikian, jika ditotal, sepanjang bulan ini bursa Filipina sudah anjlok 7,6 persen. Sementara bursa Indonesia sudah terjun 8,1 persen, terburuk sejak Oktober 2008.

"Situasi di Mesir memperburuk kondisi pasar yang saat ini tengah lemah. Kecemasan akan inflasi dan suku bunga acuan mendorong aksi profit taking investor. Belum lagi kecemasan akan suplai minyak seiring krisis Mesir. Kondisi itu bisa memperburuk masalah inflasi menjadi lebih besar," papar Rico Gomez dari Rizal Commercial Banking Corp kepada Bloomberg.

Catatan saja, indeks acuan Filipina sudah merosot 12 persen dari rekor tertingginya yang dicapai 4 November lalu. Sementara bursa Indonesia turun 10 persen dari posisi rekor yang tercipta 9 Desember lalu. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau