Timnas

Irfan Bachdim Enggan Komentari Timnas

Kompas.com - 31/01/2011, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Lama tak terdengar kabarnya setelah "ditendang" dari timnas oleh Alfred Riedl, Irfan Bachdim akhirnya muncul lagi. Striker berdarah Belanda itu pun enggan berkomentar banyak ketika ditanya soal timnas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bachdim tak diikutsertakan ke dalam timnas U-23 Pra-olimpiade karena ia bermain di Persema Malang yang notabane klub Liga Primer Indonesia. PSSI melarang keras pemain yang berlaga di LPI untuk membela timnas.

Sejak itu, Bachdim lebih sering berada di Malang ketimbang di Jakarta. Senin (31/1/2011) Bachdim muncul lagi di Ibukota. Ia datang sebagai duta "Pocari Sweat Futsal Championship 2011".

Saat konfrensi pers, Bachdim bicara banyak mengenai olahraga futsal dan keinginannya membantu anak-anak SLTA yang ikut turnamen tersebut. Namun, ketika ditanya bagaimana perasaannya tak masuk timnas lagi, Bachdim enggan bicara banyak.

"Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya hanya di sini untuk mendukung anak-anak main futsal," kata Bachdim.

Ketika ditanya bagaimana peluang timnas tanpa dirinya, Bachdim menjawab, "Saya sebenarnya tak tahu apa yang terjadi di sini. Saya tegaskan, saya hanya untuk membantu anak-anak di sini," pungkasnya.

Setelah "ditendang" keluar timnas, Bachdim fokus total di Persema. Ia membawa Persema menduduki tangga kedua klasemen LPI. Ia juga memimpin daftar pencetak gol terbanyak LPI dengan 4 gol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau