Bohong kalau Bisa Langsing karena Diet Ini!

Kompas.com - 31/01/2011, 16:37 WIB

KOMPAS.com — Banyak pakar pengobatan alternatif yang menghabiskan hidupnya untuk meneliti, bahan makanan apa yang sebenarnya efektif untuk menurunkan berat badan. Dari situ, banyak jenis makanan atau metode diet yang dilontarkan. Namun, dalam kenyataannya, tak semua pilihan pantangan makanan tersebut cukup efektif. Bahkan, Anda mungkin akan menambah berat badan Anda lebih banyak lagi.

Untuk itu Cynthia Sass, RD, ahli nutrisi dan penulis buku Cinch! Conquer Cravings, Drop Pounds and Lose Inches, memaparkan empat jenis makanan yang ternyata tidak memberikan bukti nyata dalam menyukseskan program diet Anda.

Terapi jus
Terapi jus dimaksudkan sebagai cara untuk detoksifikasi. Tetapi, bayangkan bila Anda hanya mengasup cairan selama beberapa hari. “Saya belum tahu ada orang yang berpuasa dan hanya minum jus, dan berhasil menurunkan berat badannya," ujar Sass. “Berat badan Anda akan segera kembali begitu Anda mengonsumsi makanan secara normal lagi."

Diet gluten
Kebanyakan orang menghindari gluten (sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung) karena alasan kesehatan, terutama para penderita celiac disease (alergi terhadap protein gluten yang menyebabkan gangguan kekebalan). Dengan menjadi penganut diet gluten, berarti kita "dipaksa" untuk melupakan berbagai jajanan favorit, seperti pizza, pasta, kue-kue, dan roti.

Namun, Sass kurang setuju dengan pandangan ini. “Membuang gluten—protein gandum pada terigu, gandum hitam, dan jelai—tidak ada hubungannya dengan berat badan, termasuk untuk orang-orang yang benar-benar mengalami intoleransi terhadap bahan tersebut," kata Sass. "Anda akan menurunkan berat badan jika Anda juga mengurangi kalori," ujarnya.

Diet rendah karbohidrat
Anda mungkin akan kehilangan berat badan dalam jangka pendek, tetapi kebanyakan sebenarnya merupakan berat air. “Karbohidrat itu 'bahan bakar' yang lebih disukai tubuh. Itu sebabnya mereka juga mudah ditemukan di alam ini. Agar bisa menurunkan berat badan, hindari karbohidrat putih. Tetapi, kalau Anda tidak mengonsumsi gandum utuh, Anda bisa mengalami mood swing dan ngidam makanan," katanya.

Master Cleanse
Teknik diet ini diciptakan oleh pakar pengobatan alternatif Stanley Burroughs pada tahun 1941. Konsepnya adalah detoksifikasi, yang mengharuskan Anda hanya mengonsumsi campuran jus lemon, sirup maple, dan cabai rawit. “Hidup hanya dari campuran ketiga bahan makanan tersebut sama dengan diet jus yang ekstrem, tetapi tidak mengandung makanan dalam jumlah yang besar. Kalau minum jus, paling tidak Anda mendapatkan kalori yang sama, dan antioksidannya," kata Sass.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau