Pengalihan trayek

Penumpang Juga Enggan ke Transjakarta

Kompas.com - 31/01/2011, 16:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penolakan atas rencana penghapusan 15 trayek bus reguler yang bersinggungan dengan bus transjakarta koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) tidak hanya datang dari sopir bus. Kebijakan yang ditujukan untuk mengalihkan penumpang ke bus transjakarta itu nyatanya juga ditentang penumpang bus-bus reguler itu sendiri. 

Suparmi (40), karyawati swasta, misalnya, menolak kebijakan tersebut. "Saya tidak mau dialihkan ke bus transjakarta karena memang lebih mudah menjangkau kantor di daerah Kalimalang dengan bus reguler," ucap Parmi, Senin (31/1/2011), saat dijumpai Kompas.com di Jakarta.

Faktor jangkauan bus reguler yang lebih luas, menurut Parmi, tidak dimiliki bus transjakarta yang hanya berada di jalan-jalan protokol. "Kalau misalnya harus nyambung lagi, biaya lagi, nggak praktis," ujarnya.

Ruth (22), mahasiswa Universitas Atma Jaya, juga meluapkan kekecewaannya apabila banyak trayek bus dihapus. Menurut dia, saat ini bus transjakarta belum bisa memenuhi beban penumpang yang terlampau banyak.

"Apalagi nanti kalau bus-bus ini nggak ada lagi, cuma memindahkan masalah aja. Soalnya, nanti pasti padat di halte bus transjakarta, lha busnya aja dikit, masih nunggu-nya lama. Mau ditambah lagi makin padat aja tuh pasti. Sama aja bohong," ujar Ruth.

Faktor lain yang membuat penumpang bus reguler tak mau pindah ke bus transjakarta adalah waktu operasional bus transjakarta yang terbatas. "Kalau misalnya malam sulit, mau pakai transjakarta kan nggak ada. Jadi, bisa naik bus-bus ini. Lagi pula, bus ini masih bermanfaat, kok, apalagi untuk jarak pendek. Kalau naik transjakarta, ya kemahalan," ungkap Hendro (20).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau