LONDON, KOMPAS.com — Media Inggris menganggap Andy Murray belum memiliki kapasitas untuk dapat memenuhi harapan besar dari masyarakat Inggris Raya dengan menjuarai turnamen grand slam.
Harapan masyarakat Inggris kepada Murray untuk menjuarai turnamen grand slam 75 tahun setelah Fred Perry pada 1936 kandas setelah ia tampil buruk di final Australia Terbuka menghadapi Novak Djokovic, Minggu (30/1/2011).
"Ia seperti ingin berkata kepada semua pendukung bahwa ia tidak mungkin memenangi pertandingan ini," tulis tabloid Sun. Murray tiga kali melaju ke final turnamen grand slam, tetapi selalu gagal.
"Ia selalu tampil buruk di final turnamen grand slam," kata editor olahraga Times Simon Barnes. "Tenis adalah olahraga di mana permainan kita akan terus meningkat hingga puncak, menghadapi partai terbesar, lawan terberat, dan pertandingan tersulit. Sejauh ini Murray memperlihatkan ia selalu gagal dalam kesempatan terbesar."
Media lain, The Telegraph, juga mencela penampilan Murray. "Permainannya sama sekali tidak bergairah. Ia juga tidak memiliki kepercayaan diri."
Guardian menyarankan Murray untuk segera memilih pelatih. "Banyak pelatih yang baik di dunia ini. Ia membutuhkan pelatih yang mampu memadukan disiplin dan fokus yang tidak diperlihatkan Murray (di final)," tulis mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang