Busway koridor ix

Dishub: Penghapusan Trayek Tetap Besok

Kompas.com - 31/01/2011, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Meski mendapatkan kecaman warga, Dinas Perhubungan DKI tetap kekeuh menghapus sejumlah trayek bus reguler yang bersinggungan dengan Busway Koridor IX. Penghapusan trayek juga tetap akan dilakukan Selasa (1/2/2011) besok.

Dishub memberikan toleransi waktu satu minggu kepada para pemilik bus reguler. Jika setelah itu tetap melanggar petugas, sopir bus-bus itu akan ditilang.

"Tetap akan kami lakukan mulai esok hari. Ada sembilan trayek yang berhenti operasinya. Tapi selama satu minggu ini masih kami maafkan. Hanya dihimbau saja," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Senin (31/1/2011), kepada wartawan.

Dishub akan mengerahkan 80 petugasnya untuk menghalau bus-bus reguler yang masih beroperasi di jalur itu. "Mulai minggu depan, law enforcement akan kami tegakkan. Tidak ada maaf lagi," ujarnya.

Pristono mengungkapkan, ada sembilan trayek yang akan dihapus mulai esok hari, yakni 3 trayek PPD dan 6 trayek Mayasari Bakti. Jumlah armada yang dimiliki kedunya mencapai 189 unit bus.

Inilah bus-bus yang trayeknya dihapus dari Koridor IX: - PAC 13 (PPD) jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke - PPD 46 (PPD) jurusan Kampung Rambutan-Grogol, - P37 (PPD) jurusan Blok M-Muara Angke. - P6B (Mayasari Bhakti) jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke - PAC74 (MB) jurusan Kampung Rambutan-Tangerang - P6 (MB) jurusan Cililitan-Grogol - P39 (MB) jurusan Grogol-Bekasi - P6A (MB) jurusan Kampung Rambutan-Kalideres - PAC26 (MB) jurusan Grogol-Bekasi.

Ketika ditanyakan soal kemungkinan penumpukan penumpang di halte-halte busway akibat penghapusan beberapa trayek bus reguler tersebut, Pristono mengaku tak mengkhawatirkannya. Hal tersebut dikarenakan busway koridor IX saat ini sudah mampu menampung penumpang 25.000 orang tiap harinya.

"Tidak ada penambahan armada, karena yang ada saat ini sudah cukup. Lagi pula kami menerapkan sistem jaringan, jadi bisa diperbantukan bus dari koridor lain," katanya.

Ia membantah apabila ada keluhan-keluhan yang menyebutkan selang waktu kedatangan antarbus TransJakarta sangat lama. "Paling lama 10 menit, saya nggak percaya itu kalau sampai 20 menit," imbuhnya.

Saat ini, khusus untuk koridor IX, bus TransJakarta yang tersedia yakni 69 unit bus tunggal dan 8 unit bus gandeng. "Jumlah saat ini saya rasa cukup. Tahun depan kami baru akan tambah lagi," pungkas Pris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau