Presiden Belum Terima Surat Eli Cohen

Kompas.com - 31/01/2011, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menerima surat yang dikirimkan seseorang dengan nama samaran Eli Cohen terkait dengan dugaan adanya pejabat teras PSSI yang menjual laga final Indonesia versus Malaysia pada leg pertama Piala AFF 2010 di Malaysia, Desember lalu.

"Kami belum mendengar hal tersebut," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2011). Setelah menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Julian kembali menegaskan bahwa Presiden belum menerima surat tersebut.

"Saya belum melihat bukti suratnya seperti apa," kata Julian singkat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku akan membawa rumor soal surat kaleng yang mengatakan pejabat teras PSSI menjual laga antara Indonesia dan Malaysia pada leg pertama Piala AFF 2010 itu ke Presiden. Agung juga mengaku ingin menguak kebenaran sumber rumor tersebut dengan mempelajari dan mengecek silang soal dugaan skandal memalukan tersebut kepada menteri di bawah koordinasinya, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga.

"Saya akan perdalam informasi itu. Saya akan bertemu Presiden dan Menpora untuk mencari tahu kebenarannya," ujar Agung kepada Tribunnews.com di Museum Gajah, Jakarta, Senin.

Menurut dia, surat kaleng yang dikirimkan seseorang dengan nama samaran Eli Cohen tersebut harus dicari kebenarannya. Pasalnya, surat elektronik tersebut dikirimkan si penulis ke e-mail Presiden dan Menpora sebagai surat pengaduan masyarakat kepada otoritas negaranya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau