Mandala airlines tak beroperasi

Pedagang Terminal 3 Bandara Kini Merana

Kompas.com - 01/02/2011, 07:45 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Berhentinya operasi maskapai penerbangan Mandala Airlines menimbulkan masalah tersendiri bagi para pedagang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Mereka terus mengalami kerugian akibat harga sewa tak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang.

Salah satu tenant atau pedagang yang menyewa di Terminal 3 Soekarno Hatta, Tri Setyo Budiman, Senin (31/1/2011) mengatakan, sejak Mandala berhenti beroperasi, omzet dagangan mereka terus menurun. Sebanyak 17 tenant sekarang hanya bisa mengandalkan para pengunjung dari penumpang domestik maskapai Indonesia AirAsia (IAA).

Padahal, saat ini penumpang rute domestik IAA tidak banyak. Dalam sehari penerbangan domestik IAA hanya beberapa kali penerbangan. Dengan tidak adanya Mandala di Terminal 3, dalam setahun hanya ada 320.000 penumpang.

Tri mengatakan, PT Angkasa Pura II sebelumnya menargetkan Terminal 3 bakal dilalui oleh 4 juta penumpang, sehingga kemungkinan orang yang berlalu lalang dan akan membeli dagangan mereka akan banyak. Namun kenyataannya justru terbalik.

"Sejak Mandala tidak beroperasi, pendapatan kami turun drastis dan tidak bisa menutup biaya operasional kami. Kalau begini terus, maka kemungkinan kami bisa tutup Maret depan," keluh Tri yang membuka sebuah restoran di Terminal 3.

Saat Mandala beroperasi, pendapatan pedagang terbilang lumayan karena penumpang maskapai tersebut lebih dari 2 juta per tahunnya. Selain penumpang, orang-orang yang mengantar penumpang juga diperbolehkan masuk ke areal pertokoan di Terminal 3, sehingga bisa berbelanja.

Dijelaskannya, pedagang di Terminal 3 mengontrak areal pertokoan seharga Rp 60 juta hingga Rp 100 juta per bulan. Kontrak akan diperbarui setiap dua tahun sekali. "Paling tidak kami harus mendapat subsidi atau keringanan sewa. Kalau tidak kami tidak kuat bayar," jelasnya.

Menurut Tri, sebaiknya Terminal 3 dijadikan sebagai terminal internasional saja. Selain kapasitasnya luas, tempatnya juga memenuhi syarat sebagai terminal penerbangan internasional.

PT Angkasa Pura II menyatakan bakal memberi keringanan kepada para pedagang di Terminal 3. Direktur Teknik AP II, Salahuddin Raffi mengatakan, pihaknya bakal memberi potongan hingga ada maskapai pengganti Mandala.

"Kami masih memberi kesempatan kepada Mandala untuk beroperasi kembali. Untuk menunggunya, mereka (pedagang) akan diberikan diskon," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau