Gudeg Kendil Yu Djum, Hmm...

Kompas.com - 01/02/2011, 08:13 WIB

KOMPAS.com - Yogyakarta terkenal dengan sebutan Kota Gudeg, karena memang makanan khas Yogyakarta ini dan paling terkenal adalah gudeg. Nah mendapat informasi dari seorang teman, kami akan diantar ke pusat penjual gudeg, yaitu di sepanjang Jalan Wijilan Yogyakarta. Masih menurut teman saya kami langsung diantar ke penjual gudeg yang katanya paling top dan enak yaitu ke tempat Gudeg Kendil Yu Djum.

Gudeg Kendil Yu Djum ini sudah cukup terkenal dan selain pelanggan yang ingin membeli sebagai oleh-oleh, banyak juga pelanggan yang langsung makan di tempat, memang ukuran tempat makannya tidak terlalu besar, dengan model lesehan di tempat Yu Djum ini bisa menampung kira-kira 15 orang saja.

Buka mulai jam 06.00 sampai 22.00 menu yang ditawarkan cukup beragam, ada gudeg nasi telur dan ada juga yang dengan kendil/besek, karena kami baru saja makan soto kadipiro, maka kami membeli gudeg buat di bawa pulang saja. Menurut penjualnya, Gudeg Yu Djum bisa bertahan sampai 2 hari, dan kalau mau di makan sebaiknya dihangatkan dengan cara dikukus.

Setelah sampai di Jakarta, kami pun langsung mencicipi gudeg ini, ternyata gudeg ini modelnya gudeg kering, dengan wadah berbentuk kendil dengan susunan 1 ekor ayam diatasnya. Menurut kami gudeg yu djum ini enak, gudeg dan kreceknya enak, daging ayamnya juga empuk. Anda sudah pernah coba gudeg Yu Djum ini? (Yudi)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau