Kuningan City Untuk Lifestyle Masyarakat Urban

Kompas.com - 01/02/2011, 11:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Agung Podomoro Group memiliki visi jangka  panjang dengan berkiblat negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hongkong dimana untuk membangun sebuah kota harus membangun sebuah  lifestyle. Lewat anak perusahaannya PT. Arah Sejahtera Abadi, dibangun superblok Kuningan City - perpaduan mal, perkantoran, dan residensial.

"Kita lihat fenomena superblok di Singapura, mereka terintegrasi semuanya. Mau makan tinggal ke kafe, lalu kerja menuju kantor. Yang pasti efisien, tidak membuang banyak biaya dan tenaga," kata Zaldy Wihardja, Senior Marketing Manajer PT. Arah Sejahtera Abadi kepada Kompas.com saat ditemui di kantor marketing Kuningan City, Jalan dokter Satrio kavling 18, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2011).

Zaldy mengatakan dengan hadirnya bangunan superblok Kuningan City yang mengintegrasi mal, kantor, dan residensial ini mampu merubah gaya yang konservatif menjadi gaya hidup masyarakat urban. "Misalnya saja untuk bisnis atau rapat dengan kolega, sekarang sudah lebih kasual tak melulu di belakang meja. Tapi, bisa di coffe shop disini, jadi lebih santai dan nyaman," kata Zaldy.

Dengan bangunan yang terintegrasi di superblok Kuningan City, kata Zaldy, akan tercipta sinergi fungsi dan sinergi profit. Sinergi fungsi, menurut Zaldy, orang yang berkantor di Kuningan City tak perlu jauh-jauh mencari makan. Karena tersedia seratus lebih tenant makanan. "Tidak perlu jauh-jauh mencari makan, sehari disini besoknya disana, tidak bakal bosan," katanya.

"Sinergi fungsi lainnya, kalau punya kantor disini bisa membuat pertemuan di lokasi mal yang tentunya mengehemat waktu, energi, dan biaya. Ini yang kami bilang meningkatkan produktifitas," jelas Zaldy.

Bangunan superblok Kuningan City, yang terintegrasi mal, kantor, dan residensial terdiri dari 6 lantai Kuningan City Lifestyle and Entertainment Centre, 2 menara residensial Denpasar Residence yang masing-masing terdiri dari 40 lantai, 34 lantai perkantoran, serta multilevel dan parkiran kendaraan yang mampu menampung lebih kurang 3.000 kendaraan. (Natalia Ririh)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau