VALENCIA, Kompas.com - Pebalap tim Renault F1 asal Rusia, Vitaly Petrov harus mengambil inisiatif dalam interaksinya dengan rekan setimnya, Robert Kubica.
Bulan lalu, Petrov sempat mengeluh ia kesulitan untuk berinteraksi dengan rekan setimnya, Robert Kubica asal Polandia. Kubica yang mencetak poin terbanyak buat Renault buat musim 2010 memang dikenal sebagai pribadi tertutup.
Pimpinan Renault, Eric Boullier mengakui kesulitan kedua pebalapnya untuk berinteraksi. "Vitaly sendiri sebenarnya juga orang yang jarang berbicara," kata Boullier. "Memang ada dua budaya berbeda, namun pada dasarnya keduanya sama."
"Kedua pebalap ini orang yang sangat tertutup dan jarang berbicara. Robert pada dasarnya memiliki kehidupan pribadi sendiri dan tahu apa yang diinginkannya. Terserah Vitaly apakah ingin bergaul dengannya," kata Boullier lagi.
Menurut Boullier, seharusnya Petrov lebih mengambil insiatif untuk berbicara dengan Kubica. Ia harus melakukan hal seperti yang dilakukan saat membalap. "Tidak ada yang mau memberi secara cuma-cuma. Begitu pun dalam hubungannya dengan Robert," lanjuitnya.
Posisi Petrov sempat terancam karena penampilannya yang buruk pada awal musim 2010 lalu. Namun ia tampil gemilang saat lomba pamungkas di Abu Dhabi. Sementara posisinya di pasar Rusia membuat dirinya mendapatkan perpanjangan kontrak dua tahun dari timnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang