KTP Nasional Hapus Status Keturunan

Kompas.com - 01/02/2011, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Pemberlakukan kartu tanda penduduk (KTP) dengan nomor induk kependudukan (NIK) nasional secara otomatis menghapus status WNI keturunan. Demikian diungkap Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Edison yang didampingi Lurah Ancol Fredy Setiawan menjelaskan, dengan mengantongi KTP nasional, tidak ada lagi warga yang kerap disebut sebagai WNI keturunan. NIK nasional ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka melakukan akurasi basis data penduduk.

"Tidak ada lagi perbedaan status kependudukan," ungkap Edison.

Layanan KTP mobil yang digelar di halaman kantor RW 11 Ancol mendapat respons positif dari warga yang sebagian tinggal di permukiman elite itu. Ratusan warga pun menyerbu kantor RW 11 untuk mengurus atau memperbarui dokumen administrasi kependudukan.

Hendro Luhur, warga, mengatakan, dirinya dan warga lain menyambut baik layanan jemput bola ini. "Layanan seperti ini sangat dibutuhkan warga. Apalagi bagi warga yang ekstra sibuk dengan kegiatan di kantor atau di tempat usahanya," ujar Hendro yang juga Ketua RW 11.

Ketika dikabari bahwa akan ada layanan ini, ujar Hendro, warga antusias. Karena itu, tidak mengherankan bila banyak yang datang untuk memanfaatkan layanan ini. "Mungkin akan lebih baik jika ini digelar di RW lain di kawasan ini," ujar Hendro.

Warga lain, Wijaya, malah menilai layanan ini sekaligus ajang mempererat tali silaturahim antarwarga. "Karena kesibukan masing-masing, warga jarang tatap muka. Dengan adanya layanan ini, warga jadi semakin dekat," kata Wijaya.

Sementara itu, Fredy memperkirakan animo masyarakat di permukiman elite terhadap layanan KTP mobil ini sangat besar. "Malah masih banyak warga yang belum mengganti kartu keluarga miliknya dengan yang sudah komputerisasi," kata Fredy. Dalam pelayanan jemput bola ini, pihaknya telah melayani 215 permohonan perpanjangan KTP dan 87 perubahan dari KK lokal ke KK nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau