MANOKWARI, KOMPAS.com - Inflasi bulan Januari 2011 di Provinsi Papua Barat terbilang rendah, jika dilihat angka inflasi di ibu kota provinsi, Manokwari, hanya 0,07 persen. Angka inflasi tersebut malah yang terendah di antara 64 kota di Indonesia yang mengalami inflasi pada bulan pertama tahun ini.
Inflasi bulan Januari di Provinsi Papua Barat sebesar 0,46 persen akibat terjadinya inflasi di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen dan deflasi di Kota Sorong 1,07 persen.
Menurut Kepala BPS Papua Barat Tanda Sirait, Selasa (1/2/2011), penyebab inflasi adalah kenaikan harga bahan makanan, khususnya cabai rawit, beras, juga kontrak rumah. Namun, inflasi awal tahun ini relatif rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di Manokwari, Januari 2010 sebesar 0,17 persen, demikian pula di Kota Sorong, inflasi Januari tahun lalu mencapai 0,12 persen. "Kami harap tren inflasi tahun 2011 lebih kecil dibanding tahun 2010 sebesar 6,25 persen," ujarnya.
Sementara itu, inflasi nasional bulan Januari sebesar 0,89 persen yang juga dipicu oleh kenaikan harga beras dan cabai. Inflasi yang hampir satu persen ini dimaklumi karena selama Desember-Januari, adalah masa paceklik untuk komoditas pangan. Beras dan cabai, masing-masing mengambil andil 0,11 persen dari inflasi bulan Januari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang