Mafia pajak

Hotma: Gayus Tak Terkait 151 Perusahaan

Kompas.com - 02/02/2011, 17:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hotma Sitompul, kuasa hukum terpidana korupsi pajak Gayus Tambunan, menyatakan, kliennya tidak memiliki kaitan dengan 151 perusahaan yang selama ini disebut-sebut ditangani Gayus dalam perkara pajaknya. Menurutnya, Gayus mendapat tekanan dari Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana saat menyebut 151 perusahaan itu.

"151 perusahaan itu enggak ada urusan dengan Gayus. Kenapa begitu? Gayus bilang banyak hal yang dijelaskannya berdasar tekanan dari Denny," jelas Hotma selesai mendampingi pemeriksaan Gayus di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Menurut Hotma, Denny pernah menjanjikan akan membantu proses hukum Gayus karena Gayus dipandang sebagai peniup pluit (whistle blower) pengungkapan mafia pajak. Namun, lanjutnya, dalam perjalanan Gayus merasa Denny bukannya membantu, tapi malah mempolitisasi kasusnya. Hal ini pernah diungkapkan Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai dijatuhi vonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim.

Hotma juga menegaskan, Gayus pun tidak terkait dengan tiga perusahaan milik Bakrie Group yaitu PT Kaltim Prima Coal, PT Bumi Resources, dan Arutmin yang sempat diakuinya dalam persidangan Andi Kosasih pada 28 September 2010 lalu.

Dalam kesaksiannya, Gayus mengakui bahwa uang Rp 28 miliar dia terima dari tiga perusahaan Bakrie Group, yakni PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, dan PT Bumi Resource dengan total 3 juta dollar AS.

"Tiga perusahaan Bakrie itu bohong, hanya permintaan Denny. Tidak ada hubungan dengan Gayus," terangnya.

Menjawab pertanyaan seputar uang dalam rekening Gayus senilai Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar Hotma tak ingin berkomentar banyak. "Kalau itu (uang tersebut) nanti di pengadilan saja. Kalau Gayus bilang tidak ada hubungan dengan 151 perusahaan itu kan nanti diperiksa juga. Dari situ juga bisa diperiksa lagi kenapa tidak ada sangkut paut Gayus, tapi kenapa ada pernyataan Gayus juga terkait itu," ungkap Hotma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau